113 Atlet Muda Ikut Seleksi Masuk SKO Flobamorata Kupang

Pascal Seran

Sebanyak 113 dari 120 atlet muda pendaftar masuk Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang ikut seleksi fisik dan teknik dasar cabang olahraga. 113 orang atlet yang sudah lolos seleksi administrasi pada 26 Juni hingga 27 Juni lalu akan bersaing untuk mengikuti seleksi itu sejak Selasa (29/6) hingga Sabtu (3/7) mendatang.

Kegiatan seleksi fisik dan teknik dasar cabang olahraga itu dibuka langsung oleh Plt Kepala SKO Flobamorata Kupang Hironimus Pati dihadiri para instruktur sembilan cabang olahraga yang ada di SKO, serta para orangtua/wali yang mengantar anaknya untuk mengikuti seleksi di SKO Flobamorata Kupang, Selasa (29/6).

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan itu, Plt Kepala SKO Flobamorata Kupang Hironimus Pati mengungkapkan, seleksi fisik dan teknik dasar cabang olahraga ini merupakan kegiatan lanjutan. Sebelumnya para calon siswa mengikuti seleski administrasi yang dilakukan sejak tanggal 26 sampai 27 Juni.

“Sebenarnya kita sudah membuka pendaftarana sejak 14 Juni hingga 26 Juni lalu. Ada 120 yang mendaftar, tetapi yang lolos seleksi hanya 113 orang. 113 orang ini hari ini mengikuti seleksi fisik dan teknik dasar cabang olahraga,” jelasnya.

Dia menegaskan, penerimaan peserta didik baru di SKO Flobamorata Kupang sangat berbeda jauh dengan sekolah reguler lainnya karena di SKO harus melewati beberapa tahapan. “Tahapan pertama itu tahapan pendaftaran yang dilakukan secara online, panitia seleksi administrasi, dan seleksi fisik yang pada hari ini dibuka secara resmi, dan adalagi selski selanjutnya mengikuti seleski psikotest karena sekolah ini dengan fisi yang terdepan adalah harus memiliki karakter yang baik. Selain itu ada rekam jantung karena mereka ini adalah atlet, maka butuh kesehatan jantung yang baik,” jelasnya.

Para atlet ini, kata Hiro, akan diseleksi hingga memenuhi kuota 72 orang atlet. “Jadi berdasarkan kuota yang akan diterima, maka kita selski untuk mendapatkan yang terbaik dari yang baik sebanyak 72 orang calon peserta didik. Rinciannya, Kempo 12 orang, Karate enam orang, Taekwondo sembilan orang, Sepakbola 11 orang, Silat enam orang, Tinju enam, Atletik 10 orang, Cricket tujuh orang, dan Angkat Besi lima orang,” bebernya.

Menurutnya, seleski fisik dan teknik dasar ini dilakukan secara terbuka untuk menunjukkan bahwa selski itu selain dilakukan secara transparan juga objektif.

“Kita mau mengetahui kemampuan-kemampuan dan potensi dari atlet yang akan bersekolah di SKO Flobamortata Kupang. Dan kegiatan ini kita harapkan bahwa dari seleksi ini kita bisa dapat atlet terbaik yang akan menempuh pendidikan dio SKO maupun dibina secara baik di SKO, dan selanjutnya harus berprestasi, baik untuk SKO Flobamorata Kupang, maupun untuk mengharumkan nama NTT di kancah nasional dan Internasional,” tegas Hiro.

Hiro berharap setelah selesai seleksi dilakukan calon-calon atlet yang lolos harus bisa belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh dan mewujudkan mimpi cita-cita mereka menjadi atlet profesional.

“Mereka juga akan menimkati seluruh fasilitas yang ditunjang oleh Pemprov NTT dalam mendukung pembinaan atlet di NTT, khususnya di SKO Flobamorata Kupang. Pemerintah Provinsi NTT mendukung penuh semua dana operasional yang ada di SKO Flobamorata Kupang. Untuk itu kita berharap bahwa atlet-atlet yang lolos bisa berlatih dengan serius untuk membanggakan NTT di berbagai ajang,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi sebelumnya mengungkapkan, seleksi masuk Siswa SKO Flobamorata Kupang dilakukan secara profesional karena sekolah itu merupakan sekolah khusus yang membina orang-orang khusus, yaitu para atlet yang akan membanggakan NTT.

“Saya percaya orang-orang di SKO dan juga para panitia seleksi itu adalah orang-orang prefesional. Jadi para siswa yang lolos adalah mereka yang terbaik dan layak untuk masuk ke SKO,” tandasnya.

Marthen Siki, salah satu orangtua siswa yang diwawancarai terpisah berharap seleksi itu dilakukan secara profesional sehingga menghasil;kan para atlet yang profesional untuk membanggakan NTT. “Anak saya tidak lolos, tidak menjadi soal, yang penting yang masuk ke sekolah ini benar-benar memiliki kemampuan seorang atlet, sehingga tidak mengecewakan nama sekolah SKO ke depan, maupun nama NTT,” ujarnya. (bev/ol)

Leave a Comment