13 Kabupaten di NTT Dalam Status “Awas” Kekeringan

Putra Bali Mula

BMKG melalui Stasiun Klimatologi Klas II Kupang merekomendasikan beberapa hal terkait kemarau di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ada 13 kabupaten terpantau dengan wilayah rawan kekeringan dengan status awas.

Peringatan potensi kekeringan meteorologis di NTT ini berdasarkan pantauan 10 Juli 2021 oeh BMKG. Saat ini zona musim di Provinsi NTT sudah berada dalam periode musim kemarau berdasarkan monitoring awal musim kemarau.

Kepala Stasiun, Rahmatullah Adji, menyebut data HTH (Hari Tanpa Hujan) menunjukkan bahwa di beberapa wilayah NTT mengalami kategori panjang 21 hingga 30 hari dan hingga ekstrem panjang lebih dari 60 hari.

“Diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan,” kata dia.

13 kabupaten dengan status merah atau awas ini adalah Belu, Flores Timur, Kupang, Kota Kupang, Lembata, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Tengah, Sumba Timur.

Dalam rilis yang diterima VN, Sabtu (17/7), prakiraan peluang curah hujan menunjukkan beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah atau urang dari 20 mm/dasarian dengan peluang 71 hingga 100 persen.

“Kondisi di atas memenuhi syarat untuk dikeluarkan peringatan dini,” ungkap Rahmatullah.

Rekomendasi antisipasi untuk daerah-daerah dengan status peringatan dini kekeringan meteorologis ini adalah perlu melakukan diantaranya budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air. Kemudian perlu waspadai kebakaran hutan, lahan dan semak hingga hemat penggunaan air bersih. (bev/ol)

Leave a Comment