14 Pekerja Bangunan PLBN Napan Positif Covid-19

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat.

Gusty Amsikan

Jumlah pasien positif (rapid antigen) Covid-19 di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT terus meningkat. Setelah beberapa waktu lalu 19 orang warga Desa Maurisu harus dikarantina di Rusunawa karena positif rapid antigen, kali ini 14 orang pekerja bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan juga harus menjalani karantina karena positif rapid antigen.

Dengan demikian, total jumlah kasus aktif di Kabupaten TTU meningkat menjadi 57 kasus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan guna menekan jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten TTU.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, kepada media ini, Senin (5/7) di Kefamenanu.

Kristoforus mengatakan kasus positif rapid antigen para pekerja bangunan di PLBN Napan terungkap pada Sabtu (3/7) lalu. Saat itu, ada lima orang pekerja di PLBN Napan, bergejala demam, panas, dan pilek. Para pekerja tersebut berobat ke Puskesmas Napan karena jarak dari tempat PLBN ke Puskesmas dekat. Ketika tiba di sana dan menjalani pemeriksaan, tenaga kesehatan mendapati bahwa gejala yang dialami para pekerja tersebut sama dengan gejala Covid-19. Karena tidak ada peralatan rapid antigen, maka para pekerja langsung dibawa ke Rusunawa.

Setibanya di Rusunawa, kelima pekerja tersebut langsung menjalani rapid test antigen. Ternyata, hasil rapid antigen kelima pekerja tersebut positif. Kelimanya langsung menjalani karantina di Rusunawa. Keesokan harinya pada Minggu (4/7) Satgas covid-19 langsung melakukan tracing dan membawa 22 orang yang memiliki kontak erat dengan kelima pekerja terdahulu. Setelah menjalani rapid antigen, 9 orang di antaranya dinyatakan positif.

“Kita bisa katakan bahwa itu adalah cluster PLBN Napan. Ada 14 orang yang positif rapid antigen. Semuanya adalah pekerja bangunan di PLBN Napan. Sembilan orang merupakan pelaku perjalanan dari luar NTT, sementara 5 orang lainnya memiliki kontak erat dengan kesembilan pelaku perjalanan itu. Mereka berasal dari Napan, Desa Oelami, dan Kelurahan Sasi,”jelasnya.

Ia meminta semua pihak bergandengan tangan dalam menekan lajunya penyebaran Covid-19 dengan menaati PPKM mikro yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Untuk diketahui, dari 14 pasien Covid-19 cluster PLBN Napan, 12 orang diantaranya dalam perawatan di RS Darurat Rusunawa. Sementara 2 orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Kefamenanu. (Yan/ol)

Leave a Comment