317 Hektare Sawah di Sumba Timur Gagal Panen

Lahan pertanian sawah milik petani Kelurahan Mauliru sudah mulai mengering pasca Bendungan Kambaniru jebol April lalu. Gambar diambil belum lama ini. Foto: Jumal Hauteas vn.

 

Jumal Hauteas

 

SEBANYAK 317 Hektaare (Ha) lahan basah di wilayah Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, gagal panen setelah salah satu bagian Bendungan Kambaniru patah saat badai Seroja, Minggu (4/4) lalu. Nasib yang sama juga dialami oleh petani lahan kering di wilayah itu.

Camat Kambera, Pamekar Hungga Janggakadu menyampaikan hal ini kepada VN, Jumat (18/6).

Dijelaskannya, lahan basah di wilayah Kecamatan Kambera mengalami gagal panen secara keseluruhan karena semua lahan basah di wilayahnya bergantung sepenuhnya pada daerah irigasi yang berasal dari Bendungan Kambaniru. Karena itu, setelah bendungan patah semua lahan pertanian sawah petani menjadi gagal panen.

“Tanaman padi yang sudah ada di lahan petani pasti mati, karena tidak mungkin bisa bertahan tanpa air selama dua bulan ini,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, tak hanya gagal panen, namun ada masyarakat petani yang juga gagal tanam karena baru menyiapkan lahan sawahnya saat banjir bandang menghantam Bendungan Kambaniru hingga patah dan air tidak lagi masuk ke saluran irigasi.

“Sebagian petani baru menyemai bibit saat banjir dan bendungan rusak. Jadi tidak bisa ditanam lagi, karena bibit juga sudah tua dan mati,” ungkapnya.

Menyikapi situasi ini, Pamekar mengaku bersama kepala desa dan lurah di wilayahnya agar bersama masyarakat mengalihkan lahan pertanian yang ada dengan menggunakan sumur gali di lahan-lahan yang memiliki sumber mata air agar lahan-lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman holtikultura sehingga bisa bertahan hingga proses perbaikan Bendungan Kambaniru yang sedang dikerjakan secara darurat selesai dikerjakan.

“Kita tidak bisa melawan kekuatan alam, jadi kita ajak masyarakat untuk memanfaatkan apa yang bisa digunakan seperti sumur untuk menanam sayuran dan lain-lain,” jelas Pamekar.

Sedangkan untuk lahan kering, Pamekar menguraikan wilayah Kecamatan Kambera memiliki total lahan kering seluas 879 Ha, dan tidak semua lahan yang ditanami petani pada musim tanam 2020-2021 lalu berhasil panen dengan baik. Karena hama belalang dan curah hujan yang tidak merata juga mengakibatkan banyak petani mengalami gagal panen.

“Banyak tanaman jagung yang dimakan belalang, namun lokasinya menyebar dan kami belum tahu totalnya berapa hekra are yang gagal panen karena belalang,” ungkapnya.

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing sebelumnya juga mengajak masyarakat petani untuk tidak hanyut dalam masalah ketiadaan air dari saluran irigasi sehingg menjadi lemah dan putus asa. Namun harus mampu menggali potensi diri maupun lingkungan yang ada agar bisa bangkit membangun ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Petani Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Mariana Dembi Laka (51) menyampaikan lahan sawahnya ikut terendam banjir bandang April 2021 lalu saat padinya berusia lebih dari satu bulan, namun kemudian menjadi mati karena saluran irigasi kering pasca Bendungan Kambaniru rusak.

Karena itu hingga saat ini mereka belum bisa mengolah kembali lahan pertanian mereka untuk menanam padi maupun sayuran, karena lahanny dan lahan petani lainnya di Mauliru tidak memiliki sumber mata air agar mereka bisa menggali sumur.

Diharapkannya perbaikan Bendungan Kambaniru yang dilakukan secara darurat saat ini bisa segera rampung agar aliran air kembali mengaliri saluran irigasi yang ada sehingga mereka bisa kembali menanami lahan pertanian mereka. (ari/yan/ol)

DATA PERTANIAN SUMBA TIMUR
(Tahun 2019)
===========================

Luas Lahan : 700.050 hektare (ha)
Lahan Pertanian : 285.288 hektare
Luas Lahan Basah : 25.149 hektare
(sawah irigasi/non irigasi)

Ditanami Padi (1x) : 18.824 ha
Ditanami Padi (2-3) : 3.982 ha
Tidak Ditanami : 2.340 ha
Total : 25.149 ha

Luas Lahan Kering : 263.118 ha
Lahan Bukan Sawah : 546.405 ha
Bukan Pertanian : 128.496 ha
Total : 700.050 ha

Panen Padi Sawah : 19.304 ha
Produktivitas : 41,26 kw/ha
Produksi : 79.650 ton
Panen Padi Ladang : 5.950 ha
Produktivitas : 35,73 kw/ha
Produksi : 21.262 ton

Pertanian Kecamatan Karera
————————–
Sawah Irigasi : 952 ha
Sawah Non Irigasi : 0
Tegal/Kebun : 911 ha
Lahan Tidur : 239 ha
—————————
Sumber: Pusdatin VN

Leave a Comment