Pesona Air Terjun Tanggedu

 

Lokasi wisata air terjun Tanggedu sekitar 54 kilo meter arah utara Kota Waingapu ibukota Kabupaten Sumba Timur. Dimana untuk mencapainya pengunjung bisa menggunakan sepeda motor atau menggunakan jasa mobil travel karena tidak ada kendaraan umum dengan rute ke lokasi objek wisata ini.

Kondisi jalan ke lokasi wisata air terjun Tanggedu dari Waingapu cukup baik karena kurang-lebih 40 kilo meternya sudah dengan konstruksi hotmix walau terdapat beberapa bagian yang kurang mulus karena terkelupas ataupun karena bergelombang sehingga pengguna jalan harus tetap berhati-hati melintasi ruas jalan di wilayah Kecamatan Kanatang hingga ke Kecamatan Haharu yang menjadi tempat Air Terjun Tanggedu berada.

Sementara itu sekitar 14 kilo meter tersisa konstriksi jalannya masih menggunakan konstruksi jalan lapen, dan jalan tanah. Namun saat ini jalan tanah sepanjang lima kilo meter sedang ditingkatkan ke konstruksi lapen sehingga akhir tahun 2021, konstruksi jalan masuk dari Desa Mondu ke Air Terjun Tanggedu sepenuhnya sudah akan menggunakan konstruksi lapen.

Dengan kondisi jalan yang ada saat ini untuk mencapai salah satu lokasi wisata terbaik di Sumba Timur ini wisatawan atau pengunjung membutuhkan waktu perjalanan kurang-lebih satu jam 30 menit untuk sampai di tempat perhentian mobil dan melanjutkan perjalanan melintasi jembatan gantung menuju ke lokasi Air Terjun Tanggedu sekitar 1,5 kilo meter dengan berjalan kaki.

Namun bagi pengguna sepeda motor bisa terus melintasi jembatan gantung, pekarangan rumah warga hingga ke puncak bukit dan bisa langsung menuruni tangga alam yang ada untuk turun ke air terjun Tanggedu dengan jarak sekitar 200 meter.

Tangga alam yang ada juga sudah diberikan pengamanan dengan pagar bambu dan kabel listrik untuk menjadi pegangan bagi pengunjung saat turun atau naik saat hendak pulang. Namun kondisi bambu yang ada kini mulai rapuh sehingga harus tetap berhati-hati agar tidak terperosok.

Tebing batu yang menjadi aliran Air Terjun Tanggedu tidak terlalu tinggi dan hanya sekitar lima hingga tujuh meter. Namun deretan tebing batu dan cekungan batu yang menjadi tempat permandian bagi pengunjunglah yang menjadi keunikan dari air terjun yang satu ini. Sebab dengan kondisi ini, pengunjung tidak perlu ‘berebutan’ tempat mandi, tetapi bisa memilih dan menutuskan mandi atau berenang di cekungan kolam dengan kedalaman yang berfariasi disana.

Matias Djangga Uma, warga Tanggedu menjelaskan semua cekungan batu yang ada di lokasi wisata Air Terjun Tenggedu bisa digunakan pengunjung untuk berenang. Namun khusus untuk bagian tengah yang merupakan cekungan paling luas harus ekstra hati-hati saat memilih mandi disana.

Sebab cekungan batu dan kolam yang luas tersebut terdapat pusaran air dibawah batunya sehingga jika tidak berhati-hati dan sampai terjebak pusaran air tersebut bisa beralibat fatal. Karena itu kepada setiap pengunjung selalu dianjurkan untuk hanya boleh berpose di kolam tersebut.

“Dua tahun lalu ada orang Jakarta yang tenggelam disini,” jelas Djangga Uma.

Sejumlah warga Kecamatan Kambera, Pdt. Lastri Rosebeth Agustaf, Tesa, Angga, Guru, dan Citra Talundima, kepada VN mengaku air terjun Tanggedu merupakan salah satu destivasi yang hampir pasti dikunjung setiap tahunnya. Karena walau sudah sering berkunjung dan medannya yang cukup berat, rasa cinta akan alam dan semangat berpetualang mereka selalu mendorong mereka untuk kembali kesana.

“Ini seperti kepingan surga kecil yang ada di Sumba, sehingga semua orang yang datang ke Sumba akan tidak lengkap jika belum berkunjung ke Air Terjun Tanggedu,” ungkap Pdt. Lastri.

Diungkapkannya sebagai orang yang mencintai akan alam dan menyukai tantangan, dirinya tidak melihat jalan curam ke lokasi air terjun dan kondisi jalan yang masih dalam perbaikan sebagai penghalang bagi niat mereka kembali mengunjungi Air Terjun Tanggedu.

“Bagi yang tidak suka tantangan, pasti akan pulang saat melihat kondisi jalan yang sedang diperbaiki. Namun keindahan alam dan sejuknya air disini (Air Terjun Tanggedu) pasti akan membayar lunas rasa lelah yang kita alami di perjalanan,” tandasnya.(jumal hauteas)

VN/JUMAL HAUTEAS

MOTOR — Sejumlah warga Kecamatan Kambera nekat menggunakan sepeda motor untuk berwisata ke Air Terjun Tanggedu saat jalan sedang diperbaiki dan kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Gambar diambil Minggu (6/6).

LORONG — Salah satu spot foto di Air Terjun Tanggedu yang menyerupai lorong. Gambar diambil Minggu (6/6)

POSE — Pengunjung Air Terjun Tanggedu saat berpose di spot foto yang ada di air terjun tersebut Minggu (6/6) lalu.

Leave a Comment