54 Gay di Kota Kupang Positif HIV Periode Januari hingga Juni

Sinta Tapobali

 

Perilaku lelaki seks lelaki (LSL) mungkin sudah tidak asing lagi didengar di kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Namun siapa sangka bahwa perilaku lelaki seks lelaki ini telah banyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang.

Perilaku lelaki sex lelaki ini biasanya dilakukan oleh mereka yang biasanya kita sebut gay atau lelaki penyuka sesama jenis. Berdasarkan informasi yang diperoleh VN dari Yayasan Inset yang merupakan salah satu yayasan yang konsen dalam penanganan dan pencegahan HIV/AIDS di Kota Kupang, diperoleh informasi bahwa sepanjang tahun 2021 sejak Januari sampai Juni, telah ditemukan sebanyak 54 kasus HIV hasil hubungan seksual antara lelaki dengan lelaki.

“Yayasan kami ini tujuannya untuk menjangkau teman-teman yang LSL dan transgender. Setelah dapat kita bawa mereka untuk tes HIV dan jika positif kita rujuk untuk diobati dengan cara minum ARV. Temuannya banyak. Tahun lalu kita dapat 51 kasus lelaki seks lelaki yang positif HIV dan tahun ini sampai Juni sudah ditemukan 54 kasus LSL positif HIV” ujar Jhon Mau, Koordinator Pengelola Program Yayasan Inset Cabang Kupang.

Para pelaku LSL sebenarnya tidak mempunyai orientasi seksual terhadap lelaki. Tapi karena kondisi yang membuat dirinya menjadi LSL. Kelompok ini diduga banyak mengidap HIV/AIDS namun sulit dideteksi jumlahnya karena tersembunyi.

“LSL di kota Kupang jangkauannya itu 1000-an orang, namun yang baru berhasil diajak dan dites positif HIV/AIDS baru sedikit,” ujar Jhon.

Kelompok LSL ini sulit diidentifikasi karena mereka sangat merahasiakannya dan hanya mau berinteraksi dengan komunitasnya atau kelompoknya saja sehingga dibutuhkan pengembangan jaringan agar bisa masuk ke komunitas LSL.

“Risiko LSL terkena AIDS lebih tinggi dibanding wanita yang seks dengan wanita, karena pada LSL ini mudah sekali terjadi luka akibat tidak ada lubrikannya sehingga kemungkinan infeksinya lebih besar,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa untuk menjangkau agar LSL di kota Kupang mau diajak tes HIV memang mengalami kendala tersendiri. Hal itu dikarenakan masih banyak di antara mereka yang menganggap bahwa tes HIV tidaklah penting untuk dilakukan. Namun ia bersama timnya terus berupaya untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada para LSL agar dengan sadar dan mau untuk melakukan tes HIV.

“Kita kalau jangkau mereka harus kasih mereka kondom yang diperoleh dari KPA. Tiap kali kita ketemu mereka kita kasih kondom agar kita melakukan pencegahan dari diri mereka,” jelasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment