556 KK di Malaka Akan Terima DTH

Gabriel Seran, Kepala Pelaksana BPBD Malaka
Gabriel Seran, Kepala Pelaksana BPBD Malaka

Wilfrid Wedi

Sebanyak 556 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Malaka yang terdampak badai Seroja April lalu akan menerima dana tunggu hunian (DTH) dari Pemerintah Pusat.

“Total KK terdampak badai Seroja sebanyak 3.727 KK. Rinciannya kategori rumah rusak berat 556 unit, rusak sedang 463 unit dan rusak ringan 2.708 unit,” tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malaka, Gabriel Seran kepada VN, di Malaka, Senin (14/6)

Menurut Gabriel, KK yang masuk kategori rusak berat akan mendapat DTH sebanyak Rp50 ribu plus Rp500 ribu selama 6 bulan.

“Sedangkan KK yang kerusakan rumahnya termasuk kategori rusak sedang akan mendapat dana perbaikan rumah sebesar Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. Khusus kerusakan kategori sedang dan ringan mereka tidak mendapat DTH,” ucapnya.

Realisasi, kata Gabriel, sedang dalam proses di Kementerian Keuangan. “Datanya sudah fix karena kita sudah asistensi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pusat. Disamping itu, untuk dana penunjang perbaikan fasilitas yang rusak di tingkat desa masih dibahas di kementerian jadi kita tunggu saja,” tandasnya.

Menurutnya, untuk tingkat kabupaten, pihaknya sudah menyiapkan juknis karena draftnya sudah dikirim dari BNPB beberapa pekan lalu. Namun,  juknisnya belum selesai karena nama pengelola belum dikirim ke Pusat sehingga bisa ditetapkan dalam surat keputusan.

“Kami sedikit terkendala karena penjabat yang harus ditunjuk menjadi PPK di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi dalam beberapa waktu terkahir ditarik menjadi kepala ULP, sehingga kami harus menunggu pengisian jabatan baru untuk diusulkan ke BNPB selaku PPK dan sudah diusulkan pak Bupati,” pintanya.

 

Tahap I Disalurkan
Berbeda dengan Kota Kupang, DTH bagi korban badai Seroja yang tergolong kategori rusak berat telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat ke rekening penerima bantuan.

Dana tersebut telah disalurkan setelah melalui rangkaian verifikasi berkas yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang. Saat ini penerima telah mengambil DTH melalui bank penyalur yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Masyarakat sudah ambil semua, langsung dari BRI,” kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore di Kupang, pekan lalu.

Ia menambahkan total penerima bantuan DTH Kota Kupang sebanyak 737 orang dengan total dana Rp1 miliar lebih. (mg-24/mg-03/ari)

Leave a Comment