Ada Dua Bibit Siklon Baru Tapi Jauh dari Indonesia

Putra Bali Mula

Terdapat pertumbuhan bibit siklon berdasarkan hasil monitoring BMKG melalui Jakarta TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) pada Sabtu kemarin (17/7).

Bibit Siklon tropis 98W ini teridentifikasi tumbuh di Samudera Pasifik Barat sebelah timur Filipina bagian utara pada posisi 21.2 LU 133.6 BT.

Bibit Siklon 98W ini bergerak ke arah barat laut menuju perairan utara Filipina, menjauhi wilayah Indonesia. Dalam 24 jam ke depan, bibit 98W ini berpotensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis.

“Namun mengingat posisinya yang sangat jauh dari wilayah Indonesia, bibit siklon tropis 98W ini tidak berpengaruh* terhadap kondisi cuaca di Indonesia,” Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangan yang diterima VN, Minggu (18/7).

Selain Bibit Siklon 98W, BMKG mendeteksi adanya potensi Bibit Siklon Tropis 99W. Bibit 99W muncul sekitar wilayah Laut Cina Selatan bagian barat Filipina Utara, tepatnya pada posisi 18.8 LU 115.5 BT.

Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem 99W mencapai 10 Knot (18.5 Km/jam) dengan tekanan udara di pusat sistemnya mencapai 1014 hPa.

“Berdasarkan analisis terbaru, bibit siklon tropis 99W ini belum berpotensi untuk tumbuh menjadi Siklon Tropis. Bibit siklon tropis 99W ini juga tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia,” jelasnya.

BMKG juga memantau adanya belokan angin yang terbentuk dari aliran massa udara dari Belahan Bumi Selatan (BBS) ke wilayah Belahan Bumi Utara (BBU), yakni di Kalimantan bagian timur, Sulawesi bagian utara dan tengah.

Terpantau juga ada daerah dengan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Bengkulu bagian selatan hingga perairan barat Aceh bagian selatan, dari Kalimantan Timur bagian selatan hingga Kalimantan bagian utara, dari Maluku hingga perairan utara Papua Barat dan dari Papua bagian selatan hingga Papua bagian utara.

Ada potensi hujan sedang-lebat juga sebagai dampak dari perlambatan dan belokan angin ini yang dapat terjadi di Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

BMKG Pusat Jakarta maupun Stasiun BMKG Daerah di seluruh Indonesia terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di wilayah Indonesia, dan menginformasikannya melalui berbagai kanal informasi. (bev/ol)

Leave a Comment