Akhiri Deadlock Sidang Dewan Kota

SUDAH sekitar sebulan lebih DPRD Kota mengalami deadlock sidang. Beberapa fraksi. Sidang pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPj) Wali Kota Kupang terhenti sejak April lalu hingga saat ini.

Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe (PDIP) dinilai tidak mengacu pada tata tertib dalam mengendalikan proses sidang pembahasan LPj Wali Kota. Yeskiel juga dinilai kerap melontarkan kata-kata tak patut dalam sidang-sidang resmi.

Tiga kali sidang pembahasan LPj Wali Kota tak dihadiri 21 anggota Dewan Kota dari berbagai fraksi. Mereka menolak hadir karena alasan tersebut di atas.

Akhir April lalu, ke-21 anggota Dewan itu secara resmi mengajukan surat mosi tidak percaya kepada Yeskiel. Salah satu point dalam surat mosi tidak percaya itu disebutkan bahwa Yeskiel tidak transparan dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai pucuk pimpinan DPRD Kota Kupang.

Yeskiel menilai mosi tidak percaya itu menyudutkan dirinya. Sebab, dirinya tidak sedang dinyatakan bersalah oleh lembaga apa pun.

Kebuntuan yang belum juga menemukan jalan keluarnya hingga sekarang tak boleh dibiarkan berlarut. Masing-masing pihak diharapkan melepas ego politik masing-masing agar kebekuan itu bisa cair.

Sidang pembahasan LPj Wali Kota bukan untuk kepentingan Wali Kota, bukan pula untuk kepentingan Dewan Kota, melainkan untuk kepentingan rakyat. Tempatkan kepentingan rakyat di atas semua proses politik di Dewan.

Jika Yeskiel selaku ketua Dewan Kota dinilai melenceng, hal itu seyogianya disampaikan, dipersoalkan, bahkan bisa diperdebatkan dalam forum-forum rapat. Mogok sidang bukan pilihan bijak. Sebab, rakyat kota ini mengutus wakilnya untuk bersidang membahas kepentingan rakyat, dan bukan untuk mogok.

Di lain pihak, Yeskiel selaku pimpinan Dewan pun diharapkan bisa melunak demi rakyat. Tak ada yang tercemar karena saatnya untuk menunjukkan kematangan dan kedewasaan dalam membangun komunikasi politik guna mencairkan kebekuan ini.

Parpol-parpol jangan berpangku tangan menonton. Parpol sejatinya bisa mengintervensi melalui fraksi agar disharmoni politik di Dewan Kota ini jangan menjadi tontonan yang tak elok.

Leave a Comment