Angin Kencang Berlangsung Hingga 1 Juli

Putra Bali Mula

Kondisi angin kencang yang terjadi saat ini merupakan kondisi normal yang terjadi pada musim kemarau di wilayah NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, menjawab VN pada Selasa (29/6).

Berdasarkan pantauan pada hari ini angin kencang masih berlangsung hingga dengan 1 Juli 2021 di Pulau Alor, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Sumba, dan Pulau Timor.

Faktor penyebabnya adalah angin monsun timuran yang berasal dari Australia karena posisi NTT yang dekat dengan Australia oleh sebab itu angin monsun ini terasa kencang di wilayah NTT.

“Angin ini bersifat kering dan kondisi bisa melemah 44 jika ada gangguan cuaca ataupun perbedaan tekanan di wilayah Australia dan Asia tidak terlalu besar. Tetap waspada,” ujar Agung.

Saat memasuki musim kemarau ini perlu waspadai potensi angin kencang yang sifatnya kering di musim kemarau. Kondisi ini berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT.

Pada 29 Juli 2021 terpantau posisi matahari saat ini berada di Belahan Bumi Utara menyebabkan beberapa wilayah Indonesia sudah musim Kemarau termasuk wilayah NTT. Potensi pertumbuhan awan mulai menurun dan angin monsun timur sudah aktif.

Selain itu, kondisi OLR (Outgoing Longwave Radiation) di wilayah NTT bernilai negatif selama sepekan kedepan sehingga potensi pertumbuhan awan di wilayah NTT meningkat. Gelombang ekuator juga mulai aktif di wilayah NTT meningkatkan potensi pertumbuhan awan. (bev/ol)

Leave a Comment