Aniaya Kadus Fetomone, Kades Lil’ana Dipolisikan

 

 

Megi Fobia

Wellem Viktor Boko (46) warga RT 03/RW 01 Dusun 1 Desa Fetomone Kecamatan Nunbena Kabupaten TTS mempolisikan Kepala Desa Lil’ana Zakarias Unisimus Tanu ke Polres TTS. Alasannta, Zakarias  melakukan penganiayaan terhadap korban  Viktor pada Kamis (20/5) sekitar pukul 17.00 Wkta.

Viktor mengaku usai dianiaya, ia masih memberikan ultimatum waktu sampai Jumat (21/5) pukul 17.00 Wita agar Zakarias minta maaf dan menyelesaikan dengan damai namun Zakarias tidak datang sehingha pukul 21.00 Wita di hari Jumat, Viktor memutuskan melapor ke Polres TTS.

Korban penganiayaan Wellem Viktor Boko kepada wartawan di Soe, Sabtu (22/5) mengaku ia dianiaya tanpa alasan pasti. Sebab, Zakarias tiba-tiba saja turun dari motor ojek dan langsung memukulnya dengan cara mengepal tangan secara berulang kali hingga jatuh.

Korban menduga Kades Zakarias Unisimus Tanu dalam keadaan mabuk karena saat itu pelaku pulang setelah melakukan doa bersama di kebun.

Viktor mengatakan sebelum kejadian ia sedang berangkat menuju ke rumah tuanya di Desa Lil’ana dari Fetomone. Tiba di Kot atau RT 09/RW 04 Desa Fetomone,  korban bertemu dengan Yonas Naif yang mencari Kades Zakarias Unisimus Tanu untuk menyampaikan jika sapi miliknya kedapatan berada di kebun milik Yonas.

“Saya bertemu dengan Yonas Naif yang mau cari Kepala Desa Lil’ana Zakarias Unisimus Tanu untuk memintanya agar sapinya dikandangkan setiap malam karena sudah dua malam kedapatan di kebunnya. Saya minta Yonas bersabar karena Zakarias masih ada di kebun. Jadi kami makan sirih dulu, ” ungkapnya.

Saat keduanya makan sirih pinang, korban mengaku tiba-tiba Kades Lil’ana Zakarias Unisimus Tanu menggunakan motor ojek yang dikendarai Dominggus Tapatab tiba. Saat itu Yonas Naif langsung mendekati Zakarias dan menyampaikan tujuannya.

Namun, karena Zakarias yang diduga dalam keadaan mabuk tidak terima dengan apa yang disampaikan Yonas lalu naik pitam. Zakarias turun dari motor langsung menuu Zakarias dan memukul, mencekik Viktor hingga terjatuh.

“Bapak Desa pukul saya sampai jatuh. Bahkan waktu jatuh, dia mencekik leher menggunakan tangan kiri dan memukul saya menggunakan tangan kanan berulang kali,” katanya.

Usai kejadian, Viktor berharap usai sadar dari mabuk pelaku akan minta maaf namun itu tidak terjadi.

Keluarga korban, Obi Liem menilai tidak ada itikad baik dari kepala desa karena sejak kejadian hingga Jumat (21/5) malam.

“Kami tunggu tapi tidak ada itikad baik apalagi ini kepala desa. Harusnya melindungi rakyat tapi justru aniaya masyarakat. Kita tidak bisa intervensi. Kalau korban bilang proses hukum harus lanjut sampai tuntas maka akan berlanjut sehingga menjadi efek jerah bagi pelaku agar tidak lagi membuat hal yang sama kepada masyarakat lainnya,” tegasnya. (bev/ol)

 

Leave a Comment