Aparat Penegak Hukum di TTU Dibekali Penguatan Bahasa dan Hukum

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, didampingi Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Saiful Bachri Lubis saat membuka kegiatan tdi Aula Polres TTU. Foto: Gusty vn.

Gusty Amsikan

 

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Polres Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Sosialisasi Penguatan Bahasa dan Hukum bagi para penegak hukum di wilayah Kabupaten TTU.

Pantauan media ini di lapangan, Senin (14/6) di Aula Mapolres TTU, kegiatan Sosialisasi Penguatan Bahasa dan Hukum tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, didampingi Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Saiful Bachri Lubis. Hadir dalam kegiatan tersebut personil Polres TTU, Kejaksaan Negeri TTU,  Pengadilan Negeri TTU, Peradi dan para insan pers di Kabupaten TTU.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Saiful Bachri Lubis, ketika diwawancarai media ini mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Polres TTU untuk melaksanakan Sosialisasi Penguatan Bahasa dan Hukum bagi para penegak hukum di wilayah Kabupaten TTU.

Kegiatan tersebut bertujuan mensosialisasikan dan menyampaikan kepada para personil penegak hukum terkait bantuan yang bisa diberikan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTT, yang menjadi bagian dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dalam proses penegakan hukum.

Menurut Saiful, Kantor Bahasa NTT telah memberikan banyak bantuan dalam proses penegakan hukum terutama saksi ahli dalam penggunaan bahasa. Selama ini, pihaknya memperoleh banyak permintaan bantuan kesaksian ahli bahasa dari Polda NTT termasuk Polres-polres yang berada di wilayah hukum Polda NTT. Untuk itu, kegiatan tersebut sangat penting dilaksanakan, untuk memberikan informasi tidak hanya kepada penegak hukum, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Kita berharap kegiatan ini tersosialisasi dengan baik, tidak hanya di lingkungan penegak hukum, tetap juga di masyarakat. Jadi, ke depannya akan tumbuh remaja-remaja yang bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik, tidak hanya tata bahasanya, tetapi juga kesantunan berbahasa. Artinya tidak muncul ujaran-ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan sebagainya. Hal-hal itulah yang kita harapkan dari kegiatan ini,”ungkap Saiful.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ajang berbagi informasi pengalaman menangani kasus defamasi, kasus-kasus yang terkait dengan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

“Mudah-mudahan kegiatan ini berdampak luas ke masyarakat agar semua lebih hati-hati dan.berwaspada dalam menggunakan bahasa, baik dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari maupun di media sosial.,”pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, dalam membuka kegiatan tersebut meminta seluruh anggota Polres TTU yang terlibat dalam kegiatan tersebut agar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk kepentingan penguatan kapasitas atau pengalaman dalam penanganan kasus hukum Ia juga berharap ke depan kegiatan tersebut melibatkan ke tokoh agama, masyarakat dan komponen terkait lainnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk meningkatkan kapasitas personil penegak hukum dalam penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan penggunaan bahasa. Ke depannya, kita perlu libatkan tokoh agama, masyarakat dan komponen terkait lainnya agar memberikan imbas besar bagi masyarakat,”pungkasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment