Aset jadi Andalan Peningkatan PAD NTT

Zeth Sony Libing Kaban Pendapatan dan Aset Daerah
Zeth Sony Libing Kaban Pendapatan dan Aset Daerah

Kekson Salukh

Provinsi NTT memiliki aset yang luar biasa dan bisa menjadi andalan peningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pemerintah melalui Badan Pendapatan dan Aset setiap tahun berupaya agar aset pemerintah itu terjaga dengan baik dan mengalami pertumbuhan positif.

“Tahun 2020 ada peningkatan nilai aset dan kami optimistis tahun 2021 nilai aset akan meningkat dengan cara kami mendata, menginventarisir, dan memanfaatkan aset secara baik,” ungkap Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, NTT, Zeth Sony Libing yang kepada VN, di Kupang, kemarin.

Menurut Sony, banyak aset di NTT yang sebenarnya milik pemerintah tetapi belum diurus dari aspek hukum sehingga pihaknya sedang berupaya melakukan sertifikasi terhadap aset-aset pemerintah sehingga memiliki nilai yang baik.

Ia sangat optimistis aset milik pemerintah bisa menjadi andalan dalam peningkatan PAD, guna membantu membiayai program pemerintah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD yang selalu mendorong pemerintah untuk bekerja keras menata aset-aset milik pemerintah di 22 kabupaten/kota,” ujarnya.

Mantan Penjabat Sementara Bupati Manggarai itu menyebut, aset pemerintah NTT tidak hanya di NTT tetapi tersebar di luar NTT seperti di Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta.
Meningkatnya aset pemerintah daerah sebesar Rp 9,780 triliun lebih atau naik 6,91 persen pada tahun 2020, kata dia, itu di bidang aset tanah.

Pemerintah NTT saat ini memiliki 520 bidang tanah yang tersebar di 22 kabupaten/kota yang merupakan lahan dari 520 sekolah yang dialihkan kepada Pemprov NTT. 50 persen lebih sudah berertifikat dan sebagian belum.

“Kami sedang berusaha untuk mengidentifikasi dan memproses sertifikatnya, kemudian memberikan nilai melalui Apraisala,” tandasnya.

Ia menuturkan, target PAD tahun 2021 untuk Badan Pendapatan dan Aset Daerah itu Rp2 triliun tetapi karena pandemi covid-19, pihaknya tidak bisa mencapai target.

“Seluruh dunia termasuk Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19 tetapi DPRD minta kami untuk kreatif dan inovatif sehingga kami akan berusaha semaksimal mungkin. Secara bertahap kami akan merampungkan pendataan dan inventarisasi aset milik pemprov NTT karena tersebar di seluruh NTT hingga luar NTT. Kami optimistis suatu saat pendataan kami paripurna,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan VN, Fraksi PDIP DPRD NTT dalam pandangannya yang dibacakan Juru Bicara Fraksi PDIP, Hieronimus Banfanu mengapresiasi kenaikan aset pemerintah sesuai nota pengantar sebesar Rp 9,780 triliun lebih atau naik 6,91 persen.

Kendati demikian, Fraksi PDIP meminta penjelasan pemerintah terhadap aset-aset apa saja yang telah menyumbang kenaikan 6,91 persen, karena menurut Fraksi PDIP perjuangan masih banyak aset yang tersebar di seluruh NTT belum dimanfaatkan secara optimal.

“Fraksi PDIP DPRD NTT mengapresiasi kenaikan aset pemerintah sesuai nota pengantar sebesar Rp 9,780 triliun lebih atau naik 6,91 persen, ” katanya. (mg-10/ari)

 

Leave a Comment