Atasi Antrean, Polsek Loura Gelar Pengawasan di SPBU

Anggota Polsek Loura saat melakukan pengawasan terhadap kendaraaan yang melakukan pengisian BBM di SPBU Taworara. Foto:Frengky Keban/vn.

Frengky Keban

Antrean bensin yang kerap kali terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT, perlahan-lahan mulai teratasi berkat adanya pengawasan dan patroli dari aparat Polsek Loura.  Seperti yang terlihat pada Rabu (28/7) pagi di SPBU Taworara.

Dipimpin oleh Kapolsek Loura, AKP Edi bersama sejumlah anggota, patroli dan pengawasan di SPBU terlihat cukup berdampak. Jika sebelumnya di SPBU tersebut kendaraan akan berjubel mengantre, maka hal itu tidak terjadi lagi saat pengawasan dilakukan polisi. Bahkan beberapa kendaraan roda dua yang dinilai tidak lengkap langsung diarahkan keluar SPBU oleh aparat begitupun dengan kendaraan yang terpantau sudah melakukan pengisian secara berulang di SPBU itu.

“Giat kami hari ini adalah giat Rutin Yang Ditingkatkan dan operasi semacam ini telah kami lakukan setelah saya dipercayakan menjadi kapolsek Loura,”kata AKP Edi.

Disebutkannya bahwa memang butuh waktu untuk menemukan akar masalah atas antrean panjang yang kerap terjadi tersebut. Bahkan dirinya bersama anggota harus rela melakukan investigasi berhari-hari guna menemukan alasan dibalik antrean panjang yang selama ini sulit dipecahkan.

“Jadi sebenarnya akar permasalahan dari banyaknya antrean selama ini bukan pada stok yang terbatas tapi pada banyaknya motor yang tidak terdaftar di Samsat. Bagaimana pun quota BBM kita itu merujuk pada data kendaraan di Samsat nah kenapa banyak yang antre itu karena membludaknya kendaraan yang tidak terdaftar yang melakukan pengisian di BBM ini. Seperti kendaraan bodong atau kendaraan yang surat-suratnya sudah kedaluwarsa,”ungkapnya.

Dengan ditemukannya masalah, tidak mengherankan jika pihaknya selama beberapa hari belakangan ini lebih memprioritaskan kendaraan yang memiliki ijin dan layak jalan untuk melakukan pengisian di SPBU. Sedang kendaraan lainnya, tidak akan diijinkan melakukan pengisian di SPBU.

“Kita memprioritaskan masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan bukan bagi mereka yang melakukan pengisian untuk kepentingan bisnis seperti menjualnya kembali. Nah selama ini kan itu yang tidak terjadi. Tidak hanya itu, kami juga sudah melakukan rapat bersama dengan Pihak Pemkab untuk sesegera mungkin mengeluarkan Surat Edaran Bupati soal penegasan tentang penjualan di pinggir jalan. Kita berharap dalam minggu ini bisa keluar suratnya agar pol PP bisa menjalankan tugasnya demi kemajuan daerah ini,”tegasnya lagi. (Yan/ol)

Leave a Comment