Aula Gereja St. Marthinus Nanggaroro Resmi Dibangun

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Aula Gereja St. Marthinus Nanggaroro. Foto: Kekson/VN

 

 

Kekson Salukh

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meletakan batu pertama pembangunan aula Gereja St. Marthinus Nanggaroro, Selasa, (25/5) pagi.

Romo Daslan, Vikep Keuskupan Agung Ende dalam khotbahnya mengatakan pembangun aula itu tidak hanya berlandaskan kekuatan dan kehebatan sendiri, tetapi harus berdasarkan kekuatan dan kebesaran Allah.

Menurutnya, aula itu tidak akan kuat jika batu yang diletakkan bukan batu iman.

“Bukan hanya di atas batu, pasir, dan semen tetapi gedung itu harus dibangun di atas dasar kasih dan kebersamaan,” tegasnya.

Pembangunan aula ini bukan kemauan atau kehendak satu orang melainkan kemauan seluruh umat dan masyarakat Nanggaroro.

“Kehadiran Gubernur NTT dan Bupati Nagekeo sebagai bentuk dukungan dari pemerintah atas apa yang dikerjakan umat dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Aula St. Nanggaroro Thomas Tiba dalam mengatakan pembangunan aula direncanakan manusia tetapi membutuhkan restu Tuhan.

Ia menuturkan, masyarakat dan umat bersyukur Gubernur bisa hadir bersama umat.

Ia berharap Gubernur NTT dan Bupati dapat membantu jemaat Allah dalam membangun gedung itu.

“Pembangunan ini menelan biaya Rp 3 miliar, partisipasi umat itu Rp 2 miliar, dan ada kekurangan Rp 1 miliar. Sebagai rakyat saya sampaikan ini agar bisa dibantu oleh Gubernur dan Bupati,” ujarnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengaku gembira jika pembangunan gedung aula Gereja St. Marthinus Nanggaroro itu dapat berjalan baik.

Menurutnya kolaborasi Tuhan, umat dan pemerintah dalam pembangunan aula tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat dan umat setempat.

“Terkait kekurangan biaya pembangunan gedung ini silahkan buat proposal kepada Bupati dan Gubernur. Saya sangat gembira jika pembangunan gedung ini dapat berjalan baik dan selesai,” katanya. (bev/ol)

Leave a Comment