Awas Anti Klimaks!

GETTY IMAGE/UEFA TAK TERLUPAKAN: Striker Italia Antonio Cassano dikawal ketat empat pemain Spanyol dalam partai Final EURO 2012 di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Senin (2/7/2012) dini hari. Kekalahan Italia 0-4 atas Spanyol masih dikenang para pemain kedua tim hingga saat ini.
GETTY IMAGE/UEFA TAK TERLUPAKAN: Striker Italia Antonio Cassano dikawal ketat empat pemain Spanyol dalam partai Final EURO 2012 di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Senin (2/7/2012) dini hari. Kekalahan Italia 0-4 atas Spanyol masih dikenang para pemain kedua tim hingga saat ini.

Pertarungan babak Semifinal pertama Piala Eropa (EURO) 2020 akan dimulai Rabu (7/7) pukul 03.00 Wita saat Gli Azzurri (Si Biru) Italia akan berhadapan dengan La Furia Roja (Si Merah) Spanyol di Stadion Wembley, London

Timnas Italia tampil sangat impresif dan mencengangkan sepanjang pagelaran EURO tahun ini. Di tangan Allenatore Roberto Mancini, Si Biru tak mencetak 100 persen kemenangan dalam lima pertandingan hingga mencapai semifinal. (lihat tabel)

Kebangkitan Italia memang menggemparkan. Mereka mencatatkan rekor sempurna dengan meraih 15 kemenangan dari 15 pertandingan sejak babak kualifikasi EURO 2020. Artinya, Mancini sudah melampaui rekor seniornya Vittorio Pozzo. Pozzo mencatatkan sembilan kemenangan beruntun dan 30 laga tanpa kalah di era tahun 1934-1938.

Pascakemenangan 2-1 atas Timnas Belgia di perempat final Sabtu (3/7) lalu, tercatat Giorgio Chiellini dkk tak terkalahkan dalam 32 pertandingan terakhir. Fantastis! Puja-puji pun mengalir deras bagi seluruh pasukan Gli Azzurri.

Hal yang sama pun terjadi pada Spanyol. Dicibir karena tidak membawa satu pun pemain asal Real Madrid FC dalam tim, justru anak-anak asuhan Luis Enrique terus menampilkan grafik positif hingga akhirnya tiba di babak semifinal. (lihat tabel)

Si Merah berhasil meruntuhkan keraguan penggemar bola di Spanyol yang sebagian besar memprediksikan, Sergio Busquets dkk hanya sampai penyisihan grup dalam turnamen empat tahunan ini. Untung-untung bisa lolos hingga babak 16 Besar.

Ketiadaan striker murni dalam tim, mampu ditutupi dengan kolektifitas permainan. Terbukti, Spanyol menjadi tim dengan koleksi gol terbanyak yaitu 12 gol dalam lima pertandingan terakhir.

Bahkan, Spanyol dua kali beruntun harus bermain hingga waktu extra time (2×15 menit) untuk menaklukkan Timnas Kroasia 5-3 dan Timnas Swiss 3-1 (1-1) lewat drama adu penalti yang mendebarkan.

 

Butuh Konsistensi
Mencermati catatan dan rekor impresif Italia dan Spanyol di atas, mestinya kedua tim baru berjumpa di partai final. Namun, apa mau dikata, perjalanan salah satu dari mereka harus berakhir dini hari besok, dalam pertarungan babak semifinal.

Pertarungan Italia vs Spanyol nanti, akan menjadi kali keempat secara beruntun keduanya bertemu di fase gugur Piala Eropa. Sebelumnya, mereka berjumpa di perempat final EURO 2008, final EURO 2012, dan babak 16 besar EURO 2016. Spanyol menang adu penalti di 2008 serta menang telak 4-0 di final 2012, dan Italia membalasnya dengan kemenangan 2-0 di edisi 2016.

Fakta berbicara, Gli Azzurri-nya Roberto Mancini saat ini, berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Mancini perlahan berhasil memupus kekhawatiran tentang pertandingan melawan tim besar. Termasuk mencoba mengikis memori buruk kekalahan 0-4 atas Spanyol di Final EURO 2012.

Mancini juga meninggalkan formasi 4-4-2 dan 4-3-1-2 yang selama ini favorit pelatih-pelatih Italia dan beralih kepada formasi menyerang 4-3-3. Tentu akan menarik karena La Furia Roja-nya Luis Enrique juga menggunakan formasi yang sama dengan pemain-pemain berkualitas yang setara dengan pemain Italia.

Akankah duel kedua tim bakal selesai dalam waktu normal 2×45 menit? Ataukah perlu ekstra time dan adu penalti? Siapakah yang akan kembali ke Wembley untuk menghadapi pemenangan antara Inggris dan Denmark di partai final 12 Juli mendatang? Patut ditunggu!

Siapa pun yang akan memenangkan pertandingan, dipastikan tim itu konsisten dan tidak mengalami anti klimaks. Artinya tidak mengalami kemerosotan atau kemunduran mendadak dalam permainan dibandingkan dengan permainan hebat di babak-babak sebelumnya. Selamat menontot! (paa/pol/ari)

Leave a Comment