Balai Karantina Kirim 31 Ribu Ternak Sapi

Ternak sapi dikarantina di Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang sebelum dikirim ke daerah tujuan. Gambar diabadikan, Jumat (9/7). Foto:Maykal Umbu vn.

Maykal Umbu

 

PEMERINTAH Provinsi NTT melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang telah mengirimkan 31.333 ekor ternak sapi ke sejumlah provinsi di Indonesia selama periode Januari-Juli tahun 2021. Dari total tersebut, 30.852 merupakan sapi potong dan 481 ekor lainnya merupakan sapi ongole asal Sumba.

Demikian disampaikan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Yulius Umbu Hunggar kepada VN, di ruang kerjanya, Jumat (9/7).

Yulius mengatakan, untuk pengiriman ternak dari NTT menuju beberapa wilayah di Indonesia sangat fluktuatif.

“Pengiriman tergantung kapasitas kapal dan ketersediaan ternak. Jadi bisa saja 500-1.000 ekor sekali pengiriman bahkan bisa lebih, jika dalam seminggu dikirim dua kali menggunakan kapal tol laut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kapasitas kapal tol laut bisa mencapai 500 ekor sementara kapal kargo fluktuatif. Kapal tol laut beroperasi dua kali seminggu, sedangkan kapal kargo setiap saat bisa dilakukan pengiriman.

Proses pengiriman selama ini tidak mengalami kendala karena ternak-ternak yang akan dikirim sudah diperiksa dan tidak lama dikarantina.

“Ada ketentuannya, yaitu maksimal tujuh hari di kandang, begipun juga dengan proses sertifikasi yang dilakukan harus cepat tanpa berlama-lama,” ujarnya.

Wilayah yang menjadi tujuan pengiriman antara lain Kalimantan, Jakarta, Banjarmasin, Samarinda dan Sulawesi Selatan.

“Pengiriman ternak dilakukan sesuai permintaan daerah tujuan. Ada yang minta sapi, kambing dan kuda,” ujarnya.

Terkait kuota tahunan, kata Julius, dikirim terbatas sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi NTT demi menjaga populasi ternak di NTT.

“Pembatasan ini dilakukan agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan demi menjaga keseimbangan populasi ternak,” ujarnya.

Daerah pengirim terbanyak antara lain Kabupaten Kupang, Wini-TTU, Atambua-Belu, Waingapu-Sumba Timur dan Waikelo-Sumba Barat Daya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohana Lisapaly mengatakan, terhitung sejak Januari hingga Juli tahun 2021 realisasi pengiriman sapi mencapai 41.423 ekor atau 63,94 persen, sedangkan Kerbau 1.468 ekor atau 39,68 persen dan Kuda 2.054 ekor atau 42,35 persen.

“Kuota pengiriman ternak NTT pada tahun ini sebanyak 64.550 ekor sapi, 3.700 ekor kerbau dan 4.850 ekor kuda,” ujarnya.

Hingga kini, lanjut dia, masih ada kuota 23.127 ekor sapi, 2.232 ekor kerbau dan 2.796 ekor kuda. (ari/yan/ol)

Leave a Comment