Bandara El Tari Sah Masuk Wilayah Kota Kupang

Wagub NTT Josef Nae Soi, Bupati Kupang Korinus Masneno, Wakil Walikota Kupang dr Hermanus Man, dan perwakilan Lanud El Tari Kupang menunjukkan berita acara batas wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Selasa (18/5). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

 

Simon Selly

Bandar Udara Internasional El Tari resmi masuk dalam wilayah administrasi Kota Kupang. Sebelumnya wilayah bandara itu terbagi dua, sebagian masuk dalam wilayah Kabupaten Kupang dan sebagian lagi masuk dalam wilayah administrasi Kota Kupang.

Batas wilayah itu secara sah disetujui dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man dan Bupati Kupang Korinus Masneno yang dipimpin Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi (JNS) di ruang rapat Gubernur NTT, kemarin.

Wakil Gubernur NTT JNS pada kesempatan tersebut mengungkapkan, persoalan batas wilayah telah selesai dan disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Kota Kupang. Kesepakatan itu menyatakan seluruh wilayah TNI AU masuk dalam wilayah Kota Kupang.

“Persoalan batas wilayah telah selesai, disepakati, dan sudah ditandatangani dalam berita acara,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Kupang Herman Man menyampaiakan wilayah TNI AU dan sebagian wilayah Nasipanaf masuk dalam kawasan Kota Kupang.

“Untuk bandara TNI AU dan sebagian Nasipanaf harus masuk Kota Kupang karena sebagian wilayah itu masuk dalam wilayah kota,” ujar Herman.

Sementara itu, Bupati Kupang Korinus Masneno menjelaskan bahwa persoalan terkait dengan batasan wilayah bukanlah sesuatu persoalan, namun yang menjadi urgensi ialah bagaimana menata adminitrasi.

“Untuk TNI AU dan sebagian Nasipanaf, masuk kota. Namun untuk persoalan kependudukan administrasi harus dilakukan pemetaan agar bagian wilayah akan tetap menjadi wilayah Kabupaten Kupang,” urainya.

Thomas Umbu Pati selaku Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Wilayah Koordinator Tim X NTT dan Papua Barat mengatakan, kasus tapal batas yang ditangani untuk NTT ada empat sekmen. Namun batasan untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang telah disepakati bersama.

“Sebelumnya untuk persoalan batas wilayah di Indonesia sejak bulan Juni, ada sebanyak 311 Sekmen dan untuk NTT sendiri ada empat sekmen yang sudah disepakati,” ujarnya. (mg-22/C-1)

Leave a Comment