Bangun Bisnis Yang Berdampak Sosial dan Lingkungan

Putra Bali Mula

Banyak peluang bisnis dan usaha yang dapat diciptakan di NTT tetapi yang terpenting adalah soal dampak sosial ekonomi, lingkungan hidup dan politik.

Elya G. Muskitta selaku Consulting Director di OIKONOIMICS PGI dan CEO di Industri 360 menyampaikan menekankan hal ini, Sabtu (19/6) secara virtual.

“Jangan bangun bisnis yang tidak punya dampak sosial ekonomi, lingkungan hidup, politik,” tegas Elya  dalam Webinar Peran Wirausaha Milenial Sebagai Penopang Menuju Indonesia Emas tahun 2045 dari Unkriswina (Universitas Kristen Wira Wacana) Sumba Timur.

Bisnis yang memberi dampak pada umumnya dapat bertahan secara berkelanjutan.

Namun, menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) juga perlu terlibat dan pebisnis harus paham dengan arah kebijakan politik terutama it di daerah. Hal ini menjadi ketentuan majunya bisnis terutama yang bermodal rendah.

Bisnis yang berdampak ini juga perlu didukung dengan berbagai platform. Platform adalah tempat bertemunya berbagai pelaku industri. Intinya adalah ada kolaborasi inovatif dalam suatu fokus usaha dari para pebisnis.

Bisnis pun harus dimulai dari yang kecil. Mulai dengan komunitas atau kelompok orang terdekat yang mempunyai ide dan mengidentifikasi bisnis yang sama maka usaha dapat dibangun.

“Jangan tunggu modal berjuta-juta dulu,” kata dia.

Dalam berbagai survei dan perencanaan nasional, kata dia, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi atau banyaknya usia produktif. Bonus demografi atau tahun emas pada 2045, menurutnya merupakan narasi yang dibangun untuk mendorong motivasi namun persaingan dan mental kompetitif harus dibangun sejak di dini.

Bonus demografi  muk34maka kemajuan personal atau kelompok dapat maju dengan smart ecosystem dalam bisnis di era digital.

Ia juga memaparkan standar dan patokan dasar soal bisnis di era digitalisasi yang kompetitif dengan konsep yang berpotensi untuk dikembangkan dan diimplementasikan secara bertahap.

Contohnya YouTuber hanyalah menambah nilai yang dicari pasar dalam hal ini hiburan atau trend yang dicari masyarakat. Youtuber bukan profesi yang memberikan solusi ke masyarakat dalam berbisnis. (bev/ol)

Leave a Comment