Bank NTT Bina Desa Digital Pasarkan Produk Unggulan

Tim Juri Wawancara Desa Binaan Bank NTT, Abraham Pauliyanto saat meninjau berbagai produk Desa Watugong, Sabtu (12/6) siang.

Yunus Atabara 

Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, setiap desa harus mampu beralih ke sistem transaksi digital sebagai solusi dalam memasarkan produk unggulan yang ada di NTT.

Ketua Kadin NTT, Abraham Pauliyanto usai melakukan wawancara pengurus BUMDes Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, kepada VN Sabtu (12/6) sore mengatakan, produk unggulan setiap desa di NTT terkendala marketing.

Pauliyanto menjelaskan bahwa saat ini, suka atau tidak suka setiap transaksi dan marketing mulai dari desa harus beralih ke sistem digital. Dengan demikian akan banyak investor yang akan berinvestasi.

Program membina desa digital, yang diselenggarakan Bank NTT adalah solusi tepat dalam kemajuan teknologi. Dengan demikian desa lebih maksimal mengembangkan segala potensi yang ada di setiap desa.

“Dipasarkan secara online, transaksi dengan sistem digital. Program Bank NTT membina desa ‘Dia Bisa’ dengan sistem digital sangat baik dan saya sendiri sudah coba dan berhasil,” kata Pauliyanto.

Menurut Pauliyanto bahwa kendala utama dalam memasarkan produk unggulan di setiap desa di NTT adalah marketing. Selain itu masih terkendala label dari Balai POM agar bisa dipasarkan bebas bahkan diekspor.

Oleh karena itu, kelancaran marketing sebuah produk adalah kualitas, kuantitas dan sumber daya. Hal itu tidak bisa desa berjuang sendiri, tetapi harus bersinergi dan butuh dukungan semua pihak, terutama pemerintah.

“Kualitas harus bagus, kuantitas harus banyak dan berkesinambungan, serta harus ada jaminan dari pemerintah tentang mutu produk,” ujarnya.

Karena itu, Bank NTT meminta lima Tim Juri wawancara Desa Binaan Bank NTT, untuk turun langsung melihat potensi dan hasil produk di 23 Desa Binaan Bank NTT, serta mewawancarai langsung pengurus BUMDes di desa.

“Kami ada lima tim yang diminta oleh Bank NTT, masing masing Ketua Kadin NTT sebagai pelaku usaha, Pariwisata, OJK dan BI, Akademisi dan Pers/Media,” kata Pauliyanto.

 

Mendorong Potensi Desa

 

Kepala Bank NTT Cabang Maumere, Stefanus Tungga kepada VN mengatakan dalam program Bank NTT Pusat adalah mendorong potensi desa untuk lebih maju guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain itu Bank NTT bertekad membina desa yang memiliki potensi agar menggunakan transaksi digital dalam memasarkan produk unggulan yang ada di desanya masing masing.

“Bank NTT berkomitmen mendorong potensi desa serta mendorong desa untuk terbiasa menggunakan transaksi non tunai agar lebih memudahkan pemasaran produknya,” katanya.

Untuk Bank NTT Cabang Maumere, periode pertama di tahun 2021 ini, menetapkan Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka sebagai desa binaan Bank NTT.

“Program ini akan berkesinambungan dan akan dikembangkan ke desa-desa yang lain di Kabupaten Sikka pada tahun yang akan datang,” kata Stef.

Menurut Stef, potensi yang ada di Desa Watugong adalah, tenun ikat, minyak kelapa murni atau VCO, proses suling minuman keras tradisional (moke), meubeler kursi bambu, kerajinan tangan yang didaur ulang dari bahan bekas.

Kepala Desa Watugong, Yohanes Kapistrano mengapresiasi Bank NTT yang sudah memilih Desa Watugong sebagai desa binaan di tahun 2021. Yohanes yakin melalui program ‘Dia Bisa’ Bank NTT, ekonomi masyarakat membaik.(Yan/ol)

Leave a Comment