Bank NTT Dorong Olahan Pangan Berkualitas di Desa Ajaobaki

Bank NTT Dorong Olahan Pangan Berkualitas di Desa Ajaobaki

Maykal Umbu

 

Bank NTT sebagai Bank milik pemerintah daerah terus mendorong olahan pangan berkualitas yang dikelola kelompok wanita tani suka maju, Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS. Selain itu, pihak Bank NTT juga mempermudah transaksi pembayaran non tunai dengan menghadirkan aplikasi QRIS pada UMKM tersebut.

Mariana Kasepinat Ketua UMKM UP2K Wanita Tani Suka Maju kepada VN, Sabtu (26/6) mengatakan, bergabung bersama Bank NTT sejak tahun 2017 lalu.

Ia mengaku sejak bangunan ini selesai pihaknya tidak lagi mempunyai modal dan mulai bergabung bersama Bank NTT.

“Saat itu saya meminjam dana KUR sebanyak Rp50 juta dan proses peminjaman sangat cepat, besoknya setelah urus kelengkapan administrasi sudah dipanggil untuk mengambil dana pinjaman tersebut,” Ujarnya.

Ia mengatakan, waktu meminjam uang sebanyak itu, pihak Bank juga ikut berbelanja setiap minggu dari usaha ini. “Jadi pemasukan juga ada dari Bank untuk cemilan di kantor maupun oleh-oleh,” Ujarnya.

“Saya sangat dibantu oleh Bank NTT, uang di rekening pun tidak begitu berkurang karena langsung dipotong dari hasil pembelian setiap minggunya, setoran pun tidak dirasakan,” Tambahnya.

Menurut dia, dorongan dari Bank NTT membantu prodak UMKM yang sedang digelutinya, karena sebelumnya hanya berharap pada pemasukan yang ada tetapi ketika dibantu ada promosi ataupun event selalu membawa dirinya untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan.

“Ketika didampingi diberikan QRIS dan EDC untuk menabung, sekarang sudah tidak lagi jauh-jauh ke kota bahkan adik-adik di sini juga bisa menabung sebesar Rp 10.000,” Ujarnya.

Ia mengaku, UMKM ini sebelumnya membayaran langsung tunai, tetapi saat didampingi sekarang pembayarannya bisa non tunai menggunakan QRIS, ada juga barcode yang sudah disediakan.

“Dari model pembayaran itu kita juga merasa nyaman, orang yang tidak membawa uang tunai bisa transaksi lewat QRIS, apalagi lokasi saya ini merupakan pintu masuk ke wisata fatumnasi dan fatukoto,” Jelasnya.

Selain itu, pihak Bank juga memberikan rekening koran. “Setelah didampingi dampaknya sangat luar biasa,” Ungkapnya.

Produk yang dijualnya ada 32 macam, produk-produk tersebut merupakan olahan pangan yang ada di Desa tempat tinggalnya.

“Produknya seperti kripik dari singkong, talas, pisang, kentang, ubi ungu, kentang, keripik ubi jalar. Selain itu, ada labu kuning, kacang hijau, kentang yang dijadikan stik. Minuman segar seperti Kopi jahe, Anggur pisang, Jahe Susu Kunyit (JASUKU) dan Anggur Jahe. Brownis dari wortel dan singkong juga ada,” Kata dia.

Dari usaha ini, ia mengaku telah memberdayakan 15 orang, semuanya berasal dari desanya.

“Mereka orang-orang muda yang ada di desa ini, mereka juga sering dibawa keluar untuk pelatihan dengan harapan apa yang mereka dapat bisa diterapkan di sini,” Ujarnya.

Pimpinan Bank NTT Cabang Soe Ratna FF Touor kepada VN mengatakan, UMKM ini sudah menjadi nasabah sejak tahun 2017. Mereka terpilih karena posisi dari tempat usaha ini sangat strategis karena menjadi pintu gerbang destinasi wisata Fatumnasi dan Fatukoto.

“Jadi ketika membiayai sesuatu kita akan melihat prospek ke depan, nah tempat ini terpilih menjadi desa binaan, karena sudah komplit dari produk pertanian, makanan yang sudah jadi dan komitmen dari ibu desa sangat bagus dalam pemberdayaan UMKM di Desa ini,” Jelasnya.

“Produk makan jadi, tenun dan kerajinan yang sangat bagus,” Kata dia.

Untuk itu, Bank NTT memberikan kredit mikro, setelah mulai berkembang dari produk makanan jadi, diberikan lagi kredit merdeka bagi petani-petani yang mengelola tanaman jahe. (Yan/ol)

 

 

 

Leave a Comment