Bank NTT Kembangkan UMKM di Oesapa

Maykal Umbu

 

PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi NTT (Bank NTT) kini tengah melakukan pengembangan perekonomian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Oesapa, Kota Kupang. Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan kreatifitas anak muda melalui karya Tenun, makanan khas lokal, meubel dan bahan bekas dengan tujuan untuk memajukan perekonomian dari UMKM melalui festival Desa Binaan.

Demikian yang disampaikan Vinsesius R. Sulu selaku Wakil Pimpinan Cabang Khusus Bidang Bisnis Bank NTT saat melakukan kunjungan bersama juri pada salah satu Desa Binaan E-Mart Shop di RT 026/RW 009, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Ia mengatakan, Bank NTT mulai melakukan tranformasi sebagai Bank yang mempunyai program-program unggulan, untuk itu pihaknya mempunyai prodak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

“Program tersebut berupa kredit merdeka, ini yang akan kita manfaatkan untuk mendukung pelaku UMKM yang berada di wilayah Oesapa,” Ujarnya.

Menurut dia, wilayah Oesapa dipilih karena hampir semua kabupaten/kota punya destinasi wisata yang dimanjakan oleh kearifan lokal. Selain itu, adanya homogenitas masyarakat sosial sedangkan Oesapa merupakan sebuah kelurahan yang masyarakatnya heterogen.

“Wilayah ini yang menjadi Indonesia mini dan mempunyai potensi akan tetapi banyak potensi yang belum digarap, nah melihat itu kita masuk dan berharap kelurahan ini akan didik menjadi daerah tujuan bukan hanya wisata tetapi akan dikembangkan menjadi daerah industri UMKM,” Jelasnya.

Pengembangan ini dilakukan dengan kreatifitas dari anak-anak muda yang akan seperti mengolah limbah dari bahan baku kayu dan limbah kendaraan roda empat.

“Kedepannya kita akan bantu anak-anak muda untuk pengolahan limbah kayu, karena di Kelurahan ini banyak bengkel kayu tetapi belum di maksimalkan,” Ungkapnya.

Pihaknya sudah berencana untuk menindaklanjuti hal tersebut bersama pemerintah setempat yakni lurah Oesapa untuk pengolahan limbah ini. Sementara yang ada sekarang kita sedang mendorong pelaku industri kreatif berkala mikro ini untuk kuliner dan souvenir.

“Saat ini ada enam UMKM yang bergabung dilokasi ini sebagai lopo dia bisa yang menjadi kriteria dari penilaian festival desa binaan ini. Diharapkan dengan adanya pusat UMKM disini menjadi etalase seluruh UMKM di Kelurahan Oesapa, agen dia bisa juga ada tiga,” Pungkasnya.

Tim juri dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Hadrianus A. P. Menjelaskan kegiatan desa binaan ini suatu kegiatan yang sangat aplikatif yang dibuat oleh Bank NTT. Dimana, Bank NTT hadir ditengah masyarakat melihat semua potensi yang ada dan menghadirkan dalam bentuk UMKM seperti yang ada saat ini.

“Ada beberapa UMKM yang ada dikumpulkan jadi satu kemudian dibuatkan untuk galery. Menurut saya hal ini sangat inovatif,” Ucapnya.

Menurut dia, ketika Bank hadir, bukan hanya untuk pembiayaan tentunya tidak akan lengkap karena ada aspek yang perlu dipenuhi untuk sampai kedalam aspek pembiayaan dengan cara bagaimana melakukan pembinaan terhadap SDM dan bagaimana memperkuat kelembagaan.

“Nah, akses pembiayaan itu sebenarnya pada akhir karena ketika kelembagaan itu terbentuk, Bank itu akan mudah bisa menganalisa,” Jelasnya.

Untuk itu, ini yang menjadi kredit poin pada Bank NTT, ketika Bank bukan hadir untuk memberikan kapasitas modal tetapi hadir membina para UMKM dan petani agar bisa mendapatkan akses.

“Hal ini yang perlu diapresiasi program inovasi yang dibuat oleh Bank NTT yang perlu terus menjadi model program untuk Bank yang lain,” Pungkasnya.

Terkait dengan desa binaan yang dilakukan Bank NTT di wilayah Oesapa, Oa menyampaikan, Rekan-rekan dari KCK sudah memulai dari sesuatu yang baru, kita juga harus jeli ketika melihat sebuah tempat yang sudah terbentul ekosistemnya atau belum.

“Inovasi seperti ini patut diapresiasi bahwa Rekan-rekan Bank NTT memulai dari nol, tentu harus memberikan kredit poin khusus karena membentuk sesuatu dari nol itu tidak gampang dengan merubah maindset terkait brand was bagaimana mencoba memasukkan program yang bersifat pemberdayaan tidak mudah,” Jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan sebuah keberanian karena ketika ada dampaknya dari program ini saat dijalankan dengan baik harus dapat di replikasi pada RT-RT yang lain.

“Sangat bagus jika dilihat, akan membentuk sebuah ekosistem dari UMKM terutama di kelurahan Oesapa. Hal ini harus menjadi contoh bagi yang lain,” Tandasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment