Bank NTT Luncurkan Layanan Digital

Komisaris Utama Bank NTT, Juvenile Jodjana bersama dua komisaris lainnya, Samuel Djoh Despasianus dan Frans Gana, serta Direktur Utama, Harry Alex Riwu Kaho dan tiga direksi lainnya yakni Direktur Kepatutan Hilarius Minggu, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing dan Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, tos bersama semalam di lantai satu Kantor Pusat Bank NTT. Di sinilah dilaksanakan layanan Smart Branch yang akan diresmikan hari ini. Foto:DOK. HUMAS BANK NTT.

Maykal Umbu

HARI ini, Sabtu (17/7) PT. Bank Pembangunan Daerah NTT, yang terkenal dengan sebutan BANK NTT, genap berusia 59 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang. Dan, selama perjalanannya, bank ini terus bertransformasi dari tahun ke tahun.

Jika di ulang tahunnya yang ke-58 tahun 2020 lalu, tema yang diusung yakni Bangkit, Bertumbuh, Berubah menjadi Smart Bank. Maka tahun ini, di ulang tahunnya yang ke-59, ada semangat yang melandasi mereka dalam bekerja melayani masyarakat NTT, yakni Super Smat Bank untuk NTT Maju.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini mereka mempertegas posisi sebagai Super Smart Bank. Ini tidak serta merta sebuah slogan belaka, melainkan didukung dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun IT, dan pelayanan yang berbasis digital.

Bank NTT memang terus mengubah pola pelayanannya agar terus eksis di era disrupsi digital. Saat seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbasis digital, maka Bank NTT dituntut bergerak cepat mengimbangi pesatnya perkembangan jaman.

Untuk diketahui, dalam melaksanakan fungsi utamanya yakni intermediasi keuangan, manajemen Bank NTT menghadirkan layanan-layanan baru yang serba digital. Seluruh layanan ini akan diluncurkan pada 17 Juli 2021 atau hari ini.

“Tanggal 1 Juli 2021 kita luncurkan beberapa fitur layanan m-Banking baru. Disana ada beberapa layanan seperti setiap nasabah bisa melakukan inisiasi pinjaman.

Portofolio. Saya bisa tau berapa nilai rekeningnya, baik itu giro, tabungan maupun deposito. Saldonya berapa, nasabah bisa kelola sendiri. Di m-Banking yang lama tidak ada itu. Kemudian ada virtual account, ada belanja online karena kita sudah terkoneksi dengan super aps. Kemudian ada tarik tunai tanpa kartu. Jadi kalau ke ATM, lupa kartu tidak masalah. Ke ATM saja, gunakanlah mobile banking, discan lalu bisa transaksi,” tegas Alex.

Di m-Banking yang baru, sertiap nasabah bisa membayar tagihan Samsat, PBB, BPJS, serta uang sekolah. Tidak hanya itu melainkan ada akses pembayaran dengan menggunakan QRIS yang semula plafonnya Rp 2,5 juta naik menjadi Rp 5 juta. Dari 11 fitur layanan di m-Banking Bank NTT yang baru, seluruhya sudah berijin, hanya satu yang belum yakni pic kup setoran. Jadi pick up setoran ini manajemen memberikan special service bagi nasabah-nasabah priority, sehingga lewat m-Banking mereka bisa meminta untuk jemput setoran.

Diresmikan Gubernur

Pada bagian lain, Alex Riwu Kaho mengatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat akan meresmikan layanan serba digital yang diterapkan di dua kantor yakni di Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Khusus (KCK). Peresmian ditandai pengguntingan pita dan peninjauan operasional seluruh sistem pelayanan smart branch di lantai satu kantor pusat.

Memang secara aturan, Bank NTT belum diperkenankan menggunakan layanan tersebut, melainkan hybrid, yakni perpaduan konvensional dengan digital. Selanjutnya akan bertahap di kantor-kantor cabang yang lain, menyesuaikan dengan layanan serupa.

“Kita bersyukur karena memiliki pemegang saham yang punya komitmen sangat kuat untuk membesarkan Bank NTT hingga di usia yang ke-59 Bank NTT, menjadi tumpuan pilar untuk kita makin mampu beraktivitas memberikan layanan jasa perbankan demi menjawab tuntutan era 5.0,” tegas Alex.

Untuk mendukung operasional mesin-mesin tersebut, maka jauh sebelumnya manajemen Bank NTT sudah menyeleksi SDM dan yang terpilihlah yang akan ditempatkan disana. Mereka diantaranya security, cusstomer service (CS), teller, serta supervisor.

Sementara itu, terkait perayaan HUT tahun ini, Kadiv Rencorsec Endri Wardono menjelaskan, panitia menggelar sebuah seremoni sangat terbatas yang berangsung di halaman kantor pusat Bank NTT. Tamu yang diundang tidak sampai 50 orang, dan tempat duduknya pun berjarak 1 meter satu sama lainnya.

Bahkan mengacu pada Surat Edaran Walikota No : 041/HK.443.1/VII/2021 Tentang Perpanjangan Penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kota Kuoang untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019, maka semua yang hadir wajib lebih sungguh-sunguh, tertib, disiplin dan penuh tanggung jawab mentaati Protokol Kesehatan di tempat umum dengan: a. Memakai Masker yang sesuai standar kesehatan dengan benar; b. Mencuci tangan dengan sabun/sanitizer; c. Menjaga Jarak aman/hindari kontak fisik; d. Menghindari kerumunan.

Seremoni ini pun tidak lama, malah direncanakan tidak sampai dua jam, digelar di ruang terbuka, seluruh tamu dirapid antigen dan yang negatif dari Covid 19-lah yang bisa masuk. Bagi yang namanya tidak tertera di list daftar yang dipegang petugas keamanan, maka sudah pasti tidak diperkenankan masuk. (*/ari/yan/ol)

Leave a Comment