Banyak Siswa Tidak Tertampung, SDN Liliba Tunggu Keputusan Wali Kota Kupang

Putra Bali Mula

SDN Liliba Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur kembali mengalami masalah klasik terkait minimnya kuota penerimaan siswa baru. Kuota yang ditetapkan pemerintah yang dinilai kurang mengakibatkan banyak anak di zona Liliba yang luas itu tidak tertampung. Saat ini penentuan tambahan kuota berada di tangan Wali Kota Kupang.

Tahun 2021 ini SDN Liliba hanya mendapatkan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 56 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel) atau dua kelas saja. Masing-masing kelas berjumlah 28 siswa. Lantas dalam tiga hari PPDB online yang digelar mulai 29 Juni lalu itu kuotanya langsung penuh.

SDN Liliba sendiri menjadi satu-satunya sekolah negeri di zonasi itu sesuai PPDB sistem zonasi yang diterapkan pemerintah. Sayang, kuota yang ditetapkan dinilai belum menjawab jumlah partisipasi calon peserta didik tingkat sekolah dasar yang tinggi di zonasi itu.

“Saya sudah koordinasikan ke dinas karena animo masyarakat tinggi, hingga seratus lebih anak, karena zona di Liliba luas tapi kita diberi kesempatan hanya dua rombel itu,” jawab Yohanes J. Tukan selaku Kepala Sekolah SDN Liliba di ruang kerjanya, Senin (12/7).

Ia ingin pemerintah mengantisipasi ini agar tidak terdapat lagi anak-anak dalam zona Liliba yang tidak tertampung.

Pihaknya sendiri telah bertemu dengan Dinas Pendidikan Kota Kupang bersama dengan pihak komite sekolah dan orang tua. Ada beberapa kali pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Kupang sejak Kamis (8/7).

Sebelumnya pihak dinas memberi dua pilihan kepada komite dan orang tua. Pertama, orang tua murid mendaftarkan anak mereka ke sekolah lainnya di luar zona. Kedua, orang tua diminta membuat surat pernyataan pertanggungjawaban anak dapat bersekolah dengan resiko tidak terdaftar dalam dapodik (data pokok pendidikan) kelak.

Orang tua sangat berkeberatan dengan dua syarat itu. Keberatan orang tua berdasarkan tingkat ekonomi untuk menyekolahkan anak ke sekolah swasta atau ke sekolah lain di luar zona, jarak tempuh dan biaya ke wilayah lain jadi pertimbangan, apalagi soal pengawasan saat antar jemput anak untuk sekolah di luar Liliba.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk penambahan satu rombel lagi dengan jumlah 40 siswa. Demikian maka sudah 96 anak tertampung, kata Yohanes, ditambah dengan dua rombel sebelumnya. Masalah lain adalah masih ada 64 anak-anak yang belum tertampung untuk menerima pendidikan.

Pada pertemuan berikutnya antara Dinas Pendidikan Kota Kupang dengan Ketua Komite Sekolah dijanjikan adanya kebijakan khusus langsung dari Wali Kota Kupang menyikapi ini.

“Dinas Pendidikan Kota Kupang akan berkoordinasi dengan Pak Wali Kota terkait kuota ini mau penambahan seperti apa. Jadi kami pihak sekolah termasuk orang tua hingga sekarang masih menunggu jawaban ini dari Wali Kota,” jelasnya.

Di luar itu, sekolah saat ini sedang melakukan rapat khusus soal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring. Namun pelaksanaan MPLS bagi murid kelas juga terpengaruh kepastian dari Wali Kota terkait kuota tersebut. Pembagian kelas bagi murid baru bisa dilakukan begitu ada keputusan final soal kuota peserta didik baru ini lalu MPLS bisa dilaksanakan.

Tenaga pengajar di SDN Liliba sendiri, kata dia, sangat memadai apabila ada penambahan rombel lagi. Ia mencontohkan kelas enam yang lulus baru-baru ini saja mencapai 187 siswa.

Yohanes sendiri telah menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Liliba sejak 2019 lalu dan berulang mendapati permasalahan ini.

“Wilayah Liliba luas sekali dan kalau pemerintah tidak mengantisipasi ini maka kejadian ini tetap terulang terus,” kata dia.

Pihaknya sudah mengeluhkan hal ini dua kali dalam musrenbang terkait pemekaran sekolah agar dapat menampung partisipasi peserta didik baru di wilayah Liliba.

“Kita zonanya Liliba yang sudah begitu luas ditambah Naimata di dekat sekolah ini. Ini persoalan klasik yang berulang terus menerus dan kalau terpaku ke regulasi lalu bagaimana dengan anak-anak yang lain ini?” ungkapnya. (bev/ol)

Leave a Comment