Belalang Kembara Masuk Kawasan Waikelo Sawah

Frengky Keban

 

Serangan belalang kembara di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT mulai meningkat. Jika sebelumnya serangan belalang pada tanaman bambu di Wanomada, kini serangan belalang bermutasi menuju kawasan persawahan waikelo sawah, desa Tematana-Wewewa Timur.

Pantauan media, Rabu (28/7) pagi, serangan ribuan bahkan ratusan belalang ini membuat desa Tematana dipenuhi belalang. Warga pun langsung menuju kawasan persawahan untuk berupaya mengusir belalang dengan cara tradisional.

“Pukul 09.00 Wita tadi dan sampai sekarang masih ada bahkan bertambah banyak,”kata Ester Lende, salah satu petani di kawasan Waikelo Sawah.

Ester mengakui bahwa serangan hama belalang semacam ini memang bukan pertama kali terjadi, namun sudah dua kali terjadi dan kejadian pertama waktunya ssudah sangat lama. Upaya yang dilakukan saat ini hanya dengan pengusiran dengan menggunakan daun dan kain baju seadanya. Belum ada upaya penyemprotan.

“Katanya mau semprot tapi belum ada juga informasi soal ini. Kalau mau bilang rugi pasti rugi apalagi tanaman padi kami baru ditanam dengan umur 2-3 bulanan. Kalau serang begini pasti tidak lama habis dimakan kalau belajar dari pengalaman yang ada,”katanya.

Senada dengan itu, warga lainnya, Agustinus Woda mengakui kalau serangan semacam ini tentu sangat merugikan warga terlebih para petani. Tapi hal itu ungkapnya tidak bisa diatasi dalam waktu dekat. Untuk itu dirinya hanya bisa pasrah saja menerima keadaan sembari berharap pemerintah maupun pihak lainnya bisa membantu.

Hingga berita ini diturunkan, serangan hama belalang terus berlangsung tanpa henti. Kawasan waikelo sawah dari ujung timur hingga barat dipenuhi belalang kembara ini. Tidak hanya persawahan, perumahan warga pun terpantau dipenuhi dengan belalang. Bunyi-bunyian yang diyakini warga bisa mengusir belalang pun terus dikumandangkan, namun tidak bisa menghentikan serangan hama belalang ini. (Yan/ol)

Leave a Comment