Belum Ada PenangananSunting Lintas Sektor di Kota Kupang

Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

Putra Bali Mula

Kabid Kesehatan Keluarga, Ngurah Suarnawa kepada VN, Kamis (10/6) mengatakan mencegahan dan penanganan stunting di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur masih dilakukan secara sendiri-sendiri belum lintas sektor. Akibantnya, belum ada program sinergitas antar sektor.

Ia mengatakan tahun 2022 lokus stunting akan ditentukan dan Kota Kupang dapat menanganinya secara lintas sektor.

“Karena sasaran selama ini tidak semuanya menyentuh,” kata dia.

Ia mengaku program Dinas Kesehatan Kota Kupang dengan dinas lain belum ada hanya seringmemadukan data dengan Dinas Ketahanan Pangan.

“Memang masih sektoral dan di masa sekarang terkendala pandemik apalagi ada refocusing,” kata dia.

Sementara soal operasi timbang di Posyandu yang dapat mendeteksi stunting juga tidak berjalan pada tahun 2020 karena pandemi. Bulan Februari dan Agustus menjadi jadwal timbang bayi yang mana semua bayi ditimbang dan diberikan vitamin sehingga bisa diketahui jumlah bayi yang stunting.

Beberapa kelurahan pada awal pandemi 2020 lalu sempat membuka Posyandu untuk timbang bayi. Covid-19 yang meningkat di Kota Kupang membuat posyandu juga tutup.

Protokol kesehatan ketat ditetapkan di beberapa posyandu seperti membawa sarung timbang sendiri.

“Kami juga tidak berani paksa kalau memang tidak izin. Saat kita melakukan evaluasi di pusat memang benar Kota Kupang tidak melakukan operasi timbang,” jelasnya.

Untuk itu diharapkan ada keterlibatan lintas sektoral pada bulan Agustus nanti dalam penanganan stunting. (bev/ol)

Leave a Comment