Bendungan Kambaniru Menyimpan Masalah

Inilah genangan air di wilayah Kapuaratu yang mengakibatkan masyarakat setempat tidak dapat mengolah lahan pertanian mereka untuk menanam padi. Gambar diabadikan Minggu (27/6). Foto: Jumal/VN
Inilah genangan air di wilayah Kapuaratu yang mengakibatkan masyarakat setempat tidak dapat mengolah lahan pertanian mereka untuk menanam padi. Gambar diabadikan Minggu (27/6). Foto: Jumal/VN

 

Jumal Hauteas

Warga Kapuaratu, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Sumba Timur membutuhkan perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah genangan air yang ditimbulkan dari saluran pembuangan Bendungan Kambaniru. Pasalnya, 48 hektare (Ha) lahan milik warga setempat tidak bisa ditanami padi sejak adanya Bendungan Kambaniru tahun 1992 lalu.

Petani setempat, Kristina Ndai Ngana (50) dan Kahar Djawarai (56) saat ditemui VN di kebun mereka Minggu (27/6) mengaku selalu menanam setiap tahun namun karena genangan air berkepanjangan, terpaksa mereka tidak menanam.

“Kami sudah usulkan berulang kali kepada pemerintah untuk membantu kami mengatasi genangan air ini, tetapi kami tidak tahu kapan akan dilakukan,” jelas Kristina.

Kahar Djawarai menambahkan, karena adanya genangan tersebut pihaknya hanya bisa mengolah sisa lahan yang berada di pinggiran genangan untuk menanam sayuran maupun tanaman holtikultura untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Kami manfaatkan saja lahan yang tidak tergenang untuk tanam sayur. Karena kami tidak bisa tanam padi sudah sekitar 30 tahun ini,” jelas Kahar.

Keduanya berharap pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang baru saat ini dapat menyuarakan masalah mereka ini kepada pemerintah pusat dan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II di Kupang guna memberikan perhatian terhadap masalah genangan ini. Karena sesungguhnya mereka juga membutuhkan lahan pertanian yang asa untuk menanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan mereka.

“Jujur kami senang karena Bendungan Kambaniru ambruk saat banjir kemarin (4/4) lalu. Karena kami sudah cukup menderita hampir 30 tahun tanpa bisa menanam padi di tanah kami,” ungkap Kahar.

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing yang dikonformasi secara terpisah menegaskan permasalahan genangan di Kapuaratu sudah menjadi perhatian dari dirinya untuk dapat dilakukan penanganan guna memberikan solusi bagi masyarakat setempat. Sebab baginya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Sumba Timur, semua lahan pertanian yang ada harus dimanfaatkan dengan baik dan maksimal.

“Saya sudah pikirkan hal itu (genangan Kapuaratu) sejak 10 tahun lalu. Namun siapa saya waktu itu, sehingga saya belum bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya sudah membicarakan hal ini dengan pihak BWS NT II dan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang saat ini sedang menangani perbaikan Bendungan Kambaniru, agar nantinya bisa juga memperhatikan masalah genangan Kapuaratu untuk diselesaikan.

“Saat ini karena masih perbaikan darurat bendungan, tatapi saat pembangunan kembali kita akan minta untuk sekaligus diatasi masalah genangan Kapuaratu,” tandasnya. (mg-02/R-2)

Leave a Comment