Bendungan Kolhua Segera Dibangun

Ilustrasi bendungan
Ilustrasi bendungan

Kekson Salukh

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan Bendungan Kolhua akan dilaksanakan pada tahun 2022.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu yang diwawancara VN, Selasa (29/6) siang mengaku, bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Roga Manu sudah bertemu dengan Gubernur NTT untuk membahas rencana pembangunan Bendungan Kolhua.

Dalam pertemuan itu, kata Maksi, Gubernur NTT menginginkan kalau pembangunan Bendungan Kolhua bisa dimulai tahun ini. Sedangkan terkait pembebasan lahan nanti, pemerintah akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dengan budaya Timor.

“Gubernur sangat mendukung pembangunan bendungan Kolhua. Bendungan itu merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang telah direncanakan oleh Presiden Joko Widodo untuk bangun di Provinsi NTT,” tandasnya.

Terkait pembangunan teknis bendungan Kolhua, lanjut Maksi, akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, karena anggarannya bersumber dari APBN.

Ia menambahkan, sesuai koordinasi dengan BWS NT II maka diketahui studi kelayakan lahan, detail engineering design (DED), dan Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) sudah dilaksanakan. Sedangkan AMDAL, sertifikasi desain dan izin konstruksi, penetapan lokasi dan pengadaan tanah akan dilakukan pada tahun 2022.

“Sekarang, sedang berproses dengan menyiapkan sejumlah dokumen-dokumen yang harus disempurnakan lagi, seperti dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan sebagainya,” cetusnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT-II) Kupang, Agus Sosiawan melalui Kasie Pelaksanaan BWS NT II, Costandji Nait, mengatakan, bendungan Kolhua di Kota Kupang akan dibangun pada tahun 2022.

Pembangunan bendungan Kolhua itu mendapat dukungan dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang telah bersurat secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Bentuk dukungan Gubernur NTT itu disampaikan dalam surat resminya ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan tembusan Menteri Keuangan RI di Jakarta, Dirjen Sumber Daya Air di Jakarta dan Ketua DPRD NTT belum lama ini,” katanya.

Ia menuturkan, Bendungan Kolhua memiliki Daya Tampung Air sebesar 6,6 juta m3 dan suplai Air baku untuk masyarakat kota 150 liter/detik. ”

Berkembang pesatnya pembangunan di Kota Kupang, sehingga bendungan ini tidak diperuntukkan untuk mengaliri lahan pertanian, tetapi lebih ke kebutuhan konsumsi masyarakat, dan pariwisata buatan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang, merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang sudah dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dibangun di NTT.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pembangunan bendungan pada 2022. Tahun depan, Ditjen SDA berencana membangun 4 bangunan baru di 3 provinsi.

“Untuk pembangunan bendungan baru adalah Bendungan Kedung Langgar dan Cabean di Jawa Tengah, Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan serta Bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Jarot Widyoko.

Ditjen SDA mendapatkan total alokasi pagu indikatif tahun 2022 sebesar Rp41,04 triliun, terdiri dari Rp38,58 triliun untuk ketahanan SDA dan Rp2,45 triliun untuk dukungan manajemen. Sebesar Rp11,35 triliun akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan 34 bendungan, pembangunan 4 bendungan baru, dan revitalisasi 3 danau prioritas. (mg-10/mi/R-2)

 

Leave a Comment