Benyamin Indu Merenggang Nyawa Ditangan Tetangga Sendiri

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yames Jems Mbau
Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yames Jems Mbau

Frangky Johannis

Benyamin Indu alias Min, warga Dusun Oesina, Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, merenggang nyawa ditangan Kristian Mbuik alias Tian, yang merupakan tetangganya sendiri.

Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto yang dikonfirmasi VN melalui Kasat Reskrim Iptu Yames Jems Mbau, Sabtu (19/06/2021) menjelaskan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) tindak pidana pembunuhan tersebut adalah di dalam halaman gereja GMIT Jemaat Ebenzar Boni, tepatnya di RT 002/RW 001, Dusun Boni, Desa Boni, Kecamatan Loaholu.

Pada saat kejadian ada, jelas Iptu Yames, ada kegiatan anak-anak binaan Pusat Pengembangan Anak (PPA) di gereja tersebut, di mana terdapat sejumlah pembina dan pengurus di antaranya Nikodemus Nulek, Bella Henukh, Winda Ndolu, Windo Kana Wadu, dan Hesti Ello di dalam kantor PPA. Juga saksi Apliana Henuk, Martha Fanggi dan Debi Ndolu yang sementara membuat kue dan menyiapkan makanan untuk 150 anak di dalam dapur PPA tersebut.

Kronologis kejadiannya, jelas Yames Mbau, pada hari Jumat (18/06/2021) sekitar pukul 17.00 Wita, saksi Apliana Henuk (44), warga Dusun Boni, Desa Boni bersama Martha Fanggi (45), warga Dusun Aduoen, Desa Boni dan Debi Ndolu (23), warga Dusun Oeelo, Desa Balaoli sementara membuat kue dan menyiapkan makanan untuk 150 anak di dalam dapur rumah Pusat Pengembangan Anak (PPA).

Tiba-tiba korban Benyamin Indu alias Min berlari masuk ke dalam dapur melalui pintu bagian selatan, dengan posisi sementara sebatang kayu di tangan, diikuti oleh pelaku Kristian Mbuik dengan memegang parang.

Setelah korban masuk ke dalam dapur, pintu keluar bagian utara dalam keadaan tertutup, sehingga akhirnya korban pun kembali dan berhadapan langsung dengan pelaku. Pada saat itu juga ketiga saksi berlari ke luar dapur menuju ke jalan raya, sontak anak-anak PPA yang berada di dalam gereja pun ikut berhamburan ke jalan raya.

“Pada saat korban balik arah pintu bagian utara rumah tersebut tertutup, ketiga orang saksi yang berada di dalam dapur langsung berhamburan ke luar, sehingga tidak melihat pelaku melakukan terjadinya pembunuhan terhadap korban,” katanya.

Setelah membunuh korban, terang Yames Mbau, pelaku Kristian Mbuik melaporkan diri ke Kepala Desa Tasilo, selanjutnya keluarga pelaku memberitahukan kejadian tersebut ke pihak yang bewajib.

Masih menurut Iptu Yames Mbau, dalam kejadian tersebut, pelaku juga mengalami luka-luka, sehingga dilarikan ke RSUD Ba’a untuk mendapat perawatan medis.

Sementara motif pembunuhan, kata Yames, masih didalami oleh penyidik yang sedang meminta keterangan para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kami masih mendalami motif dibalik pembunuhan tersebut,” katanya singkat. (bev/ol)

Leave a Comment