Beragam Manfaat dan Khasiat Kelor

Oleh Eva Toebe (Traveler)

 

SEKITAR Maret lalu muncul berita yang cukup viral yaitu tentang gabungan peneliti Kedokteran Universitas Indonesia, Farmasi UI, dan Institut Pertanian Bogor menyebutkan kandungan dalam jambu biji, daun kelor, kulit jeruk efektif menangkal virus korona. Penelitian ilmuwan kedua universitas tersebut menunjukkan senyawa yang terkandung dalam jambu biji, daun kelor dan kulit jeruk mampu menangkal penyebar virus korona.

Berdasarkan hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa gabungan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus korona) yang menginfeksi manusia. Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji, daun kelor dan kulit jeruk. Hasil penemuan yang disampaikan oleh Prof Dr Ari Fahrial Syam selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus korona.

Walaupun hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya terbukti namun berbicara mengenai ketiga tanaman herbal tersebut, yang paling mudah diperoleh dan dikonsumsi masyarakat adalah kelor. Karena selain mudah ditanam juga dapat tumbuh di semua wilayah di Indonesia. Terlepas dari manfaat daun kelor yang dapat mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus korona, sebenarnya manfaat dan khasiat daun kelor untuk kesehatan tubuh sangat beragam.

Tanaman yang bernama latin moringa oleifera ini tergolong tanaman yang biasanya tumbuh liar. Di daerah tertentu, kelor bisa tumbuh sampai ketinggian 300 meter. Tanaman ini mampu tumbuh di kawasan tropis yang lembab, juga di daerah panas, bahkan pada tanah kering, karena tidak membutuhkan unsur hara yang banyak. Pohon kelor juga disebut sebagai sebagai tanaman untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang sehingga pada lahan kebun tidak jarang tanaman kelor biasa digunakan sebagai pagar hidup.

Hampir setiap bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan, termasuk akarnya. Beberapa sumber menyebutkan pohon kelor dapat menghasilkan bahan kertas, bahan kosmetik, bahan minyak pelumas, obat tradisional, dan sebagai sumber pangan. Bahkan di Provinsi NTT penanaman kelor merupakan salah satu program Gubernur NTT untuk menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan lokal dalam mengatasi malnutrisi dan stunting. Daun kelor diketahui dapat membantu meningkatkan berat badan pada anak yaitu dengan mengonsumsi bubuk kelor secara teratur.

Daun kelor memang sudah sering digunakan dalam ramuan tradisional. Namun, secara ilmiah, manfaat daun kelor ternyata juga sudah banyak diteliti. Daun yang juga disebut dengan moringa ini dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah, serta memiliki kandungan antioksidan tinggi. Selain itu, kandungan nutrisi daun kelor pun ternyata tak kalah baiknya.

Sebagai komponen yang kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional, manfaat daun kelor untuk kesehatan ternyata bukan mitos. Beberapa penelitian menyebutkan, daun yang satu ini bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti memberikan nutrisi untuk tubuh. Jika kita mengkonsumsi daun kelor sebanyak 20 gram maka nutrisi yang terkandung di dalamnya berupa protein 2 gram, Vitamin B6 19%, Vitamin C 12%, Zat besi 11%, Riboflavin (vitamin B2) 11% , Vitamin A 9% dan magnesium 8%. Selain memberikan nutrisi daun kelor juga sebagai antioksidan yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Apabila tubuh manusia memiliki kadar radikal bebas yang terlalu tinggi maka dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit seperti diabetes melitus hingga penyakit jantung sehingga daun kelor juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Daun kelor dapat membantu meredakan peradangan di tubuh karena mengandung isotiosianat yaitu zat antiperadangan. Selain itu dapat membantu menurunkan kolesterol. Efek penurun kolesterolnya disebut mirip dengan almond dan oats.

Pada suatu penelitian yang pernah dilakukan pada hewan uji coba, daun kelor dikatakan dapat melindungi tubuh dari racun arsenik yang bisa masuk ke tubuh melalui kontaminasi makanan dan air. Dikatakan juga bahwa daun kelor dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuat daun kelor lebih efektif dalam membantu kemoterapi.
Dipercaya dapat meredakan stres dan peradangan di otak, serta mampu meningkatkan daya ingat.

Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia. Sedangkan pada ekstrak daun kelor dapat mengatasi dislipidemia yaitu salah satu jenis penyakit jantung yang diakibatkan naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh dan mengatasi infeksi bakteri, karena tanaman ini mengandung bahan yang bersifat antimikrobial, sehingga mampu memusnahkan bakteri, terutama bakteri berjenis gram positif.

Daun kelor bukan hanya di konsumsikan sebagai ramuan yang berkhasiat namun dapat digunakan sebagai bahan makanan seperti membuat sayur bening, tumisan, kue lapis atau kue kering dan teh. Manfaat dan khasiat daun kelor sangat banyak, namun hingga saat ini memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap manfaat dan khasiat daun tersebut. Asal tidak mengkonsumsinya secara berlebihan dan berkepanjangan tentu tidak membawa efek samping.

Leave a Comment