BMKG Deteksi 11 Titik Panas di NTT

Putra Bali Mula

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mendeteksi 11 titik panas yang ada di wilayah NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, dalam keterangannya kepada VN, Kamis pagi (22/7) merinci data sebaran titik panas tersebut.

Wilayah-wilayah dengan sebaran titik panas adalah Kabupaten Flores Timur di Kecamatan Solor Barat dengan 2 titik panas dan Kecamatan Wulanggitang dengan 1 titik panas. Lalu di Kabupaten Kupang di wilayah Sulamu terdapat 1 titik panas dan Kabupaten Sikka di Kecamatan Talibura 1 titik panas.

Terpantau juga di Kabupaten Sumba Tengah Kecamatan Umbu Ratu Nggay dengan 2 titik panas. Kemudian di Kabupaten Sumba Timur di Kecamatan Lewa dan Kecamatan Pandawai dengan masing-masing 1 titik panas. Terakhir di Kabupaten Alor dengan 2 titik panas.

Hasil deteksi ini berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN, maka diketahui Sebaran Titik Panas di wilayah NTT Update tanggal 21 Juli 2021 pukul 08.00 Wita hingga 22 Juli 2021 pukul 07.00 Wita dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen.

Satelit yang digunakan, kata Agung, akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari. Citra satelit tersebut hanya menilai anomali refleksitifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot).

“Pada wilayah yang tertutup awan, maka hotspot tidak dapat terdeteksi,” kata dia.

Kekeringan dan hembusan angin yang kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut. (Yan/ol)

Leave a Comment