BMKG Peringatkan Waspada Awan Konvektif di Masa Pancaroba

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi

Maykal Umbu

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang melaporkan prospek cuaca satu minggu ke depan untuk Wilayah Provinsi NTT. Dalam pemantauan pada Selasa (26/10), BMKG memperingatkan untuk mewaspadai pembentukan awan konvektif di masa peralihan pancaroba.

Demikian disampaikan Kepala BMKG Stasiun Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, kepada VN, Selasa (26/10) petang.

Dijelaskan Agung, dari hasil pertimbangan dan pemantauan prospek cuaca satu Minggu ke depan untuk Wilayah NTT tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2021 kondisi atmosfer secara umum yang terpantau pada tanggal 19 Oktober 2021 adalah posisi matahari bergerak menuju belahan bumi selatan (BBS) menyebabkan sebagian wilayah Indonesia termasuk NTT sudah memasuki musim hujan dan sebagian masih berada pada masa transisi peralihan musim atau pancaroba.

“Dimana akan ada potensi pembentukan awan-awan konvektif mulai meningkat,” Katanya.

Selain itu, lanjut Agung, tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1010-1014 hPa. Tekanan udara di wilayah Asia berkisar antara 1002-1020 hPa sedangkan di wilayah Australia berkisar antara 1006-1022 hPa.

Sedangkan, Posisi MJO sekarang berada di lingkaran (netral) sehingga tidak terlalu signifikan berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur termasuk NTT.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pada suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 28.0 °C – 31.0 °C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara 0.0 °C hingga + 1.5 °C.

“Kondisi cuaca umumnya Cerah Berawan- Berawan. Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat. Suhu udara berkisar dari 23 – 35°C, kelembaban udara berkisar antara 50 – 95 persen dan arah angin bertiup variabel dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan angin 10 – 30 km/jam,” Jelasnya.

Dari hasil pemantauan tersebut, menjelaskan prakiraan awal musim hujan di NTT akan jatuh pada bulan November 2021. Selain dari Manggarai barat bagian utara, manggarai, manggarai timur dan ngada bagian utara yang berdasarkan peta prakiraan awal musim hujan dari staklim Kupang dimana wilayah tersebut sudah masuk musim hujan, maka wilayah lainnya saat ini masih berada pada masa transisi musim atau pancaroba.

Ia menyebutkan beberapa wilayah di antaranya Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Flores dan Pulau Adonara, Pulau Lamakera, Pulau Lembata pada tanggal 26-29 Oktober 2021 kondisi cuaca Umumnya Cerah Berawan. Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat di siang hingga sore hari.

Sedangkan, Pulau Sabu, Alor dan Pulau Pantar serta Pulau Rote pada umumnya cerah-berawan.

“Meskipun demikian harus diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang
berdurasi singkat, puting beliung yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” Ungkap Agung. (Yan/ol)

Leave a Comment