Bupati Ende : Peti Mati, APD, Vaksinasi Bisa Gunakan Dana Desa

Putra Bali Mula

Bupati Ende, Djafar H. Achmad menegaskan Dana Desa bisa digunakan untuk penanggulangan Covid-19 terutama di desa terpencil. Dana dari pemerintah pusat itu dapat digunakan untuk pengadaan peti mati, APD, hingga percepatan vaksinasi.

Djafar kepada VN di ASTON Kupang, Senin (28/6) menyampaikan hal tersebut.

Menurut dia, 8 persen Dana Desa adalah untuk penanganan Covid-19. Dengan itu diharapkan dapat mendukung penanggulangan Corona Virus di desa.

Saat ini 8 persen dana desa, kata dia, untuk mendukung vaksinasi. Selain itu untuk pengadaan APD hingga dengan peti mati.

“Desa terpencil harus seperti itu,” kata dia.

Dengan ringkas, ia menilai vaksinasi sangat efektif. Vaksinasi di wilayahnya sekarang, kata dia, adalah untuk tenaga kesehatan dan untuk tenaga pendidik.

Proses vaksinasi ini terus dikejar juga dengan maksud dapat menangkal varian delta, varian baru COVID-19 yang lebih cepat menular.

“Sudah sekitar di atas 40 persen vaksinasi dan Dana Desa dapat digunakan untuk mengejar hal itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video tim relawan di Ende menangani mayat pasien Covid-19 juga tidak dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Pemakaman juga dilakukan oleh keluarga almarhum dengan tidak menggunakan APD.

Kepala Puskesmas Detukeli, Seravinus Sage lewat sambungan telpon kepada VN, Jumat (25/6) membenarkan video tersebut.

Pasien RSUD Ende yang meninggal tersebut adalah warga desa Desa Kanganara. Kepala Deaa, Emanuel Dame, ikut mengkonfirmasi hal ini.

“Untuk itu kami minta bantuan dari Satgas Covid-19 di Kabupaten Ende untuk bisa memberikan bantuan berupa APD bagi warga Desa Kanganara,” tukas Dame. (bev/ol)

Leave a Comment