Bupati Sumba Timur Minta Sekolah Siapkan Kelengkapan Prokes

Jumal Hauteas

Bupati Sumba Timur Khristofel Praing meminta guru dan semua satuan pendidikan yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur, NTT segera menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan (Prokes) dalam rangka persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) awal tahun ajaran 2021-2022 mendatang.

Bupati Sumba Timur Khristofel Praing menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat pembukaan sosialisasi kebijakan respon Covid-19 dalam menghadapi pembelajaran tatap muka dan kesiapan sekolah untuk menyediakan sarama pendukung kesehatan yang diselenggarakan INOVASI bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting, Kamis (17/6).

Ia berharap persiapan prokes penting untuk meminimalisasi resiko penularan sehingga tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Sumba Timur.

“Teman-teman guru, sekolah dan juga dinas pendidikan tolong koordinasikan untuk pastikan kesiapan pelaksanaan Prokes di semua satuan pendidikan yang ada di zona hijau dilakukan dengan baik sesuai dengan keputusan bersama empat menteri,” pintanya.

Menurutnya pembukaan PTM secara terbatas baik bagi perkembangan pendidikan anak-anak. Sebab sudah lebih dari satu tahun harus mengikuti pembelajaran dari rumah yang telah menyebabkan berbagai persoalan bagi sis

“Belajar di rumah bukanlah hal yang mudah bagi guru, orangtua dan apalagi siswa. Anak-anak kehilangan pergaulan antar mereka, merasa kehilangan teman-teman. Rentan terjadi kekerasan pada anak hingga pembelajaran yang mudah terganggu,” jelasnya.

Rencana pembukaan PTM secara terbatas ini, menurut Khris,  bisa menjadi solusi dalam membangun kembali kualitas pendidikan di Sumba Timur.

Ia mengapresiasi dukungan INOVASI yang sudah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam kurun waktu 3,5 tahun terakhir, sehingga memberikan dampak yabg cukup baik bagi anak-anak Sumba Timur dalam kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

“Terima kasih kepada INOVASI karena ini adalah bagian dari komitmen pemerintah saat ini yakni membangun pemerintahan yang baik dengan melibatkan semua stakeholder, mulai dari pelaku ekonomi, masyarakat sipil dan semua pihak yang mau ikut membangun Sumba Timur menjadi lebih baik,” tegasnya.

Provinsial manager INOVASI NTT, Hironimus Sugi .enjelaskan INOVASI masuk ke NTT berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ACDP Australia tahun 2016 lalu yang menemukan 30 persen siswa kelas bawah belum bisa membaca, 50 persen siswa belum bisa berbahasa Indonesia, 64 persen guru berasal dari non kependidikan, tingginya absensi guru dan kepala sekolah, hingga masalah kemiskinan, isolasi geografis dan informasi yang menjadi permasalahan.

“Syukurnya adalah Kementerian Pendidikan Australia tidak hanya menemukan masalah, namun mau menjadi bagian dari solusi sehingga ada program INOVASI yang saat ini masuk tahap kedua,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi dari program INOVASI tahap pertama terjadi peningkatan kemampuan literasi dasar anak-anak yang pada awal program hanya berada pada 28 persen, namun pada akhir program tahap pertama meningkat menjadi 79 persen.

“Kemajuannya tidak hanya pada peserta didik, namun teman-teman guru saat dibimbing juga mampu menghasilkan karya-karya luar biasa berupa 18 judul buku,” pujinya.

Karenanya dalam tahap kedua saat ini, walau harus berhadapan dengan masalah Pandemi Covid-19, pihaknya berharap kerja sama dan kerja keras bersama dalam tiga tahun ke depan dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi dari saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Yunus B. Wulang dalam paparan materinya menjelaslan dalam rangka pelaksanaan PTM terbatas awal tahun ajaran 2021-2022 mendatang, semua sekokah yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19 sudah diinstruksikan untuk mempersiapkan semua perlengkapan Prokes, mulai dari thermogun, tempat cuci tangan dengan air mengalir hingga pengaturan jarak duduk dan kewajiban menggunakan masker bagi semua guru dan pelajar.

“Semuanya sudah kita pastikan pelaksanaan Prokes nya dilakukan secara baik untuk sekolah yang ada di zona hijau. Sedangkan untuk zona merah tetap dengan daring,” tegasnya.

Terkait jumlah sekolah yang akan melakukan PTM secara terbatas awal tahun ajaran baru nanti, Yunus mengaku dari total 379 sekolah di Sumba Timur yang kewenangannya ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, ada 209 sekolah yang melakukan PTM terbatas.

“Ada 11 dari 46 Taman Kanak-kanak, 155 dari 256 SD, dan 43 dari 77 SMP yang akan melakukan PTM terbatas,” tandasnya.(bev/ol)

Leave a Comment