Cegah Stunting dengan ASI Eksklusif

Simon Selly

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan inisiasi menyusui dini dan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dapat mencegah pertumbuhan anak kerdil atau stunting.

“Inisiasi menyusui dini dan ASI eksklusif 1,5 kali hingga 1,9 kali mencegah stunting. ASI eksklusif juga merupakan KB alami,” kata Hasto dalam diskusi daring yang diikuti melalui akun Youtube Kemen PPPA Jakarta beberapa waktu lalu.

Hasto yang juga merupakan dokter spesialis kandungan ini mengatakan pemberian ASI eksklusif dapat mendorong penjarakan kehamilan. ASI eksklusif dan penjarakan kehamilan juga berpengaruh baik terhadap risiko autisme pada anak.

Pada masa pandemi COVID-19, pemberian ASI pada bayi dan penjarakan kehamilan juga merupakan suatu hal yang penting.

Selain pemberian ASI eksklusif, pertumbuhan kerdil atau stunting juga dapat dilakukan dengan mencegah perkawinan anak. Menurut Hasto, agar bayi yang lahir sehat, perkawinan anak harus dicegah.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

“Terdapat banyak risiko kehamilan dan persalinan pada usia muda, misalnya pendarahan. Anak perempuan yang hamil juga berisiko stunting karena tulang berhenti tumbuh saat hamil,” tuturnya.

Menurut Jurnal Ibu dan Anak pada 2019, balita yang tidak diberikan ASI eksklusif sejak lahir memiliki risiko stunting 4,8 kali dibandingkan yang diberikan ASI eksklusif sejak lahir.

Sedangkan menurut International Breastfeeding Journal pada 2016, memberikan ASI secara langsung merupakan terapi mental bagi ibu dan anak yang memperkuat ikatan emosional antara keduanya.

 

Booklet untuk Sosialisasi ASI Ekslusif

Menyadari pentingnya pemberian ASI ekslusif dan masih minimnya pengetahuan para ibu atau masyarakat umum di Kota Kupang soal ini, mahasiswa Universitas Citra Bangsa Prodi Keperawatan Rahmi Amelia berinisiatif melakukan sosialisasi pentingnya ASI eksklusif untuk masyarakat melalui booklet sederhana. Booklet berisi informasi tentang ASI ekslusif disertai gambar agar mudah dipahami.

Ia mengatakan berdasarkan ilmu yang ia pelajari pada prodi keperawatan UCB dan berbagai sumber buku yang ia pelajari pemberian ASI ekslusif merupakan pemberian Air Susu Ibu saja kepada bayi tanpa tambahan makanan apapun dari usia0-6 bulan. Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak, gizi dan kesehatannya. Terutama dengan kasus stunting di NTT yang cukup tinggi, maka pemberian ASI ekslusif sangat diperlukan dan dianjurkan agar anak-anak NTT tumbuh sehat dan kuat, bebas stunting.

Rahmi Amelia

Rahmi Amelia

Di tengah pandemi Cocvid-19,pemberian ASI ekslusif harus tetap gencar disosialisasikan agar bayi atau anak memiliki imun tubuh yang baik dan tumbuh sehat. Untuk itu, para ibu harus bisa diedukasi dengan baik salah satunya lewat pembagian booklet informatif bagi ibu hamil agar mempersiapkan diri memberikan ASI ekslusif saat melahirkan nanti.

“Pengetahuan ibu berperan penting dalam pelaksanaan ASI ekslusif, sehingga upaya untuk meningkatkan pengetahuan harus dilaksanakan sebelum persalinan, jika dilakukan setelah persalinan maka itu sudah terlambat. Pengetahuan ibu yang rendah mengenai pemberian ASI ekslusif, secara tidak lansung berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk itu perlu dilakukan satu intervensi untuk menangani masalah tersebut,” tambahnya. (bev/ol)

Leave a Comment