Cerita Libertina Soal Tenun Khas Boti Yang Dibeli Gubernur NTT

Putra Bali Mula

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membeli selembar kain tenun khas Suku Boti asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sehelai kain tenun yang didapatinya di lapak Libertina Pa Rihi. Libertina menjajakannya di Expo Ekraf, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Jumat siang (2/7).

Empat hari sudah wanita berambut panjang ini membawa UMKM Tirosa miliknya tampil di pameran itu. Libertina menyiapkan ragam tenun dan di hari terakhir pameran itu Gubernur NTT menjumpainya.

Lapaknya sederhana dengan meja kecil dimana kain-kain tenun tertata, terlipat rapi, tak menimpa satu kain dengan yang lain. Pakaian dan aksesori lain dari tenun  menjuntai di rak gantung yang tersedia di sebelah meja itu.

VBL sudah tiba sejak pukul 11.00 Wita seperti dijadwalkan.

Gubernur NTT ini disambut Kepala Disparekraf NTT, Wayan Darmawa. Ia memeriksa beberapa produk UMKM yang ada di pameran itu. VBL masuk ke stand yang menjajakan kopi lokal lalu mengunjungi bagian produk kriya, pangan dan tenun lainnya. Ia berkeliling ke 31 stand yang ada hari itu.

Libertina tampak tenang saat VBL tiba di depan lapaknya. Ia berdiri menyambut dan dengan cakap mempersilahkan pemimpin NTT itu melihat bermacam-macam kain daerah yang ia bawa. VBL sudah menarik tenun khas Boti tanpa berlama-lama basa-basi, memeriksanya, melipat kain itu, melebarkannya lagi lalu ia merapatkannya di pinggang.

“Saya beli ini,” ucap VBL singkat.

VBL memerintahkan stafnya untuk mengurus pembayaran. Kain berukuran 1,5 meter itu dilepas Libertina seharga Rp 400 ribu kepada orang nomor satu se-NTT itu. Kain bernada cerah dari Boti itu dibungkus untuk dibawa Gubernur NTT pulang.

Libertina menyebut tenun asal Boti, ia sediakan dua lembar saja di hari itu. Ia sediakan sesuai modal dan permintaan yang datang kepadanya.

Ia menceritakan bagaimana bedanya kain khas Boti dengan kain lainnya. Kain tenun khas Boti memiliki kualitas yang sangat baik. Kainnya menggunakan benang dan pewarna alami, belum lagi filosofi dalam setiap coraknya yang rapi.

Kain dari Boti juga termasuk cepat tiba begitu dilakukan pemesanan, paling lama 3 hingga 4 hari kira-kira.

Menurutnya, pengrajin Boti konsisten sehingga kualitas dan efisiensi waktu menanggapi pesanan tetap terjaga. Kain khas Boti memang memiliki daya tarik tersendiri termasuk yang dibeli oleh Gubernur NTT.

“Untuk proses pembuatan langsung dari pengrajin karena sudah ada kerjasama dengan pengrajin dari sana, kalau ada pesanan nanti tinggal mereka antarkan ke sini,” jawab Libertina.

UMKM Tirosa milik Libertina telah ia rintis sejak 2018 lalu secara mandiri berada di wilayah Liliba setelah ia berkecimpung lama dengan berbagai pihak terkait budaya dan produksi tenun.Ia juga merupakan pengrajin tenun yang pernah menjuarai lomba tenun. (bev/ol)

Leave a Comment