Covid-19 Renggut Empat Nyawa Dalam Sehari di Sikka

Situasi di ruang isolasi Covid 19 RS TC Hillers Maumere, Minggu (4/7) malam. Foto: Yunus/VN
Situasi di ruang isolasi Covid 19 RS TC Hillers Maumere, Minggu (4/7) malam. Foto: Yunus/VN

Yunus Atabara

Penyebaran Covid-19 di Sikka kian mengganas. Angka positif terus meningkat setiap hari. Penyebaran Covid-19 nyaris merata di 21 Kecamatan wilayah Kabupaten Sikka.

Juru bicara Satgas Covid 19 Sikka, Dokter Clara Franchis kepada VN Minggu (4/7) malam mengatakan dalam sehari covid 19 merenggut nyawa empat pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid 19 RS TC Hillers Maumere.

“Saya sedang di ruang isolasi Covid-19 saat ini, malam ini ada lagi dua jenazah yg sedang dimandikan. Tadi pagi dua orang meninggal dunia, sehingga total dalam sehari ini emat orang meninggal dunia,” kata dokter Clara.

Pasien positif yang meninggal dunia masing masing PA (52) asal Ribang Kecamatan Koting Kabupaten Sikka. Masuk Rumah Sakit (3/7) dengan keluhan badan panas dan sesak napas dan meninggal di ruang isolasi Minggu (4/7) pukul 01.20 Wita dini hari.

VR (64) terdiagnosa Sabtu (3/7) di Puskesmas Lekebai dengan swab antigen positif. Namun keluarga tidak terima hasil positif dan keluarga membawa pulang paksa dan meninggal di rumahnya Minggu (4/7) dini hari.

CS (64), dirujuk dari Puskesmas Paga dengan keluhan sesak nafas dan cormobid, Minggu (4/7) dan meninggal di IGD RS TC Hillers Maumere, pukul 17.30 wita

MD (65) masuk RS TC Hillers Kamis (1/7) dengan keluhan sesak napas dan cormobid diabetes dan hipertensi. Meninggal Minggu (4/7) di ruang isolasi covid RS TC Hillers pukul 17.15 Wita.

Hingga Minggu (4/7) total kasus terkonfirmasi positif di Sikka sudah mencapai 2.008 kasus. Sembuh 1.346, kasus yang sedang dirawat 644 kasus. Di ruang isolasi RS TC Hillers 12 kasus, RS St Elisabeth Lela 7 kasus, karantina terpusat 58 kasus, rawat di Puskesmas 5 kasus dan isolasi mandiri 567 kasus.

Dokter Clara mengakui Minggu (4/7) banyak sekali persoalan yang harus diselesaikan. Sejak pasien meninggal pukul 02.00 Wita dini hari di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere dilanjutkanMinggu (4/7) pagi di Puskesmas Lekebai, Kecamatan Mego dimana keluarga pasien menolak jenazah pasien Covid-19 dimakamkan secara protokoler Covid-19 di tempat pemakaman yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

“Cukup banyak masalah hari ini. Mulai tadi subuh. Lanjut lagi di Lekebai, dimana keluarga menolak kalau jenazah pasien covid 19 dimakamkan secara protokoler covid 19. Tarik ulur antara satgas dan keluarga sampai sore,” ungkap dokter Clara

Selanjutnya Minggu sore dilakukan koordinasi kondisi IGD Covid-19 yang sudah penuh. Lalu di saat bersamaan ada dua pasien Covid-19 yang meninggal di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere.

Informasi lain yang berhasil dihimpun VN menyebutkan seorang pasien positif Covid 19 dengan inisial VR yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya meninggal dunia.

Tim Satgas Covid-19 dan para medis mengalami kendala karena keluarga menolak penanganan jenazah sesuai protokoler Covid-19. Meski Satgas Covid-19 berusaha mengedukasi, namun keluarga tetap menolak.(bev/ol)

Leave a Comment