Covid-19 Varian Delta Masuk NTT

Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa (kanan) dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu memberi keterangan pers di Kantor Gubrenur NTT, kemarin. Foto: Kekson/VN
Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa (kanan) dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu memberi keterangan pers di Kantor Gubrenur NTT, kemarin. Foto: Kekson/VN

Kekson Salukh

Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19) varian baru atau varian delta telah masuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Instalasi Patologi Klinik RSUD WZ Johannes Kupang, dr Hermi Indita Malewa dalam konferensi pers, Rabu, (21/7) siang di pelataran kantor Gubernur NTT mengatakan saat ini ada tiga pasien Covid-19 varian Delta di kota Kupang.

Status tiga pasien Covid-19 varian baru itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sample yang dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI pada bulan April lalu.

“Kami sudah kirim sampel sejak April 2021 sebanyak 310 spesimen. Informasi yang kami peroleh kemarin dari Litbangkes Kemenkes RI di Jakarta l, ada tiga spesimen yang mengalami mutasi atau varian Delta. Tiga pasien itu berasal dari Kota Kupang,” tuturnya.

dr Hermi menuturkan, tiga pasien itu berumur 12 tahun, 70 tahun dan 33 tahun. Terkait kondisi ketiga pasien tersebut saat ini, dr Hermi mengaku tidak mengetahui.

“Saya fokus di pengambilan sampel sehingga tidak tahu, silahkan hubungi Dinkes NTT maupun Dinkes Kota Kupang terkait hasil tracking mereka,” katanya.

Ia menambahkan, penyebaran varian Delta cepat sekali dan kefatalannya sangat berat serta banyak menyerang usia muda sehingga masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara baik.

Juru Bicara Satgas Covid-19 NTT, Marius Ardu Jelamu mengimbau masyarakat NTT untuk mengikuti protokol kesehatan maupun arahan yang diberikan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

“Masyarakat NTT jangan panik jika ada varian baru di NTT. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan kuatir berlebihan, karena ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk penanganan,” katanya. (bev/ol)

Leave a Comment