Damkar Kupang: Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan!

Petugas Damkar Kota Kupang sedang memadamkan api dalam suatu peristiwa kebakaran belum lama ini.

Putra Bali Mula

 

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang mengingatkan perokok tidak merokok atau membuang puntung rokok ke tempat sampah, lahan kosong atau tempat dengan potensi material yang mudah terbakar.

Kepala Dinas Pemadam kebakaran (Damkar) Kota Kupang, Yusak Bailaen, saat dihubungi Sabtu ini (18/9) mengimbau warga agar selalu berhati-hati.

“Hindari merokok di sembarang tempat!” tukasnya.

Peringatan ini patut diikuti sehingga tidak sembarangan merokok khususnya di dekat bahan yang mudah terbakar seperti di atas tempat tidur.

“Juga biasakan untuk mematikan puntung rokok sebelum membuangnya ke tempat sampah atau ke lahan rumput kering,” kata dia.

Selain itu ia ingin warga tidak membakar sampah di bawah terik panas matahari, apalagi di saat musim panas.

“Jika terpaksa harus membakar sampah, selalu pastikan terlebih dahulu bahwa area sekitarnya aman dan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Selalu membersihkan rumput pada lahan kosong,” katanya.

Ia merinci sepanjang Agustus telah terjadi 171 kasus kebakaran di Kota Kupang yang didominasi kebakaran pada lahan kering.

Kasus kebakaran yang terjadi di antaranya adalah lahan sebanyak 110 kasus, 21 kasus kebakaran perumahan, 2 gudang, 2 perkantoran dan 1 asrama.

Kapala Badan Meteorologi Kelas II A El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi, juga meminta warga mewaspadai angin kencang yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

“Untuk itu, warga diminta selalu waspada dan dan lebih berhati-hati terhadap dampak langsung yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang itu,” katanya.

Agung menjelaskan, angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan dan biasanya berlangsung saat musim kemarau seperti saat ini.

Selisih tekanan udara yang cukup besar antara BBS dan BBU, kata dia, akan meningkatkan dan menguatkan tarikan massa udara dan kecepatan angin di sekitar Indonesia khususnya di NTT yang secara geografis berada dekat dengan Australia.

“Ini karena sifat massa udara yang bergerak dari daerah bertekanan udara tinggi menuju daerah yang memiliki tekanan udara lebih rendah. Semakin tinggi selisih tekanan udara antara dua daerah, maka kecepatan gerak massa udara juga akan semakin tinggi atau cepat. Ini akan berlangsung satu sampai tiga hari ke depan,” jelasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment