Dapat Dinamo, Petani Mauliru Perluas Lahan Sayur

Koordinator Posko GKS, Pdt. Yuliana Ata Ambu (kanan) menyerahkan dinamo dan kelengkapannya kepada anggota Poktan setempat, Oktavianus Rehi Ndia, Rabu (23/6). Foto: Jumal/VN
Koordinator Posko GKS, Pdt. Yuliana Ata Ambu (kanan) menyerahkan dinamo dan kelengkapannya kepada anggota Poktan setempat, Oktavianus Rehi Ndia, Rabu (23/6). Foto: Jumal/VN

Jumal Hauteas

Kelompok tani (Poktan) Mila Kingga Eti, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur siap memperluas lahan tanam sayur setelah menerima dinamo air dan mesin inkufator dan kelengkapannya dari Posko Gereja Kristen Sumba (GKS), Rabu (23/6) petang. Bantuan ini berasal dari Gereja HKBP Distrik Jakarta, dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Anggota Poktan Mila Kingga Eti Oktavianus Rehi Ndia (52) mengaku selama ini hanya menanam di beberapa bedeng sayur karena keterbatasan alat pertanian terutama untuk menyalurkan air. Selama ini, petani bergantung pada saluran irigasi Bendungan Kambaniru. Namun karena sekarang belum terisi, mereka hanya bisa memanfaatkan sumur bor dengan dinamo kapasitas kecil yang mereka punya.

Menurutnya, air cukup namun tanah di wilayah itu cukup keras di musim kering sehingga sulit diolah dengan tenaga manusia.

“Kita berterima kasih sekali kepada Posko GKS dan semua donatur, dan besok kami akan mulai kerjakan lahan yang lebih luas,” jelasnya.

Koordinator Posko GKS, Pdt. Yuliana Ata Ambu mengatakan kebutuhan petani disampaikan tim bidang pertanian, Pdt. Naftali Djoru. Setelah survei, Poktan Mila dinilai layak menerima bantuan.

Ia berharap bantuan bisa dimanfaatkan untuk mengelola lahan sayur lebih maksimal.

Ia juga meminta Pemkab dan Dinas Pertanian Sumba Timur bisa memperhatikan kebutuhan petani.

“Kami dari gereja sifatnya hanya membantu, tetapi tugas sebenarnya ada di tangan pemerintah. Jadi semoga pemerintah bisa melakukan langkah ini di lebih banyak kelompok tani,” tandasnya.(bev/ol)

Leave a Comment