Dapat Hibah Rp100 Miliar, DKP NTT Budidaya Kerapu dan Kakap di Semau

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sampaikan keterangan kepada wartawan setelah kunjungan di Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. NTT, Senin(5/6). Foto: Nahor Fatbanu/VN
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sampaikan keterangan kepada wartawan setelah kunjungan di Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. NTT, Senin(5/6). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Kekson Salukh

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan motivasi dan dorongan serta memastikan kesiapan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menjalankan program budidaya kakap dan kerapu bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai Rp100 miliar.

“Saya datang untuk melihat, memberikan motivasi dan dorongan kepada teman-teman di DKP NTT agar kerja makin hari makin baik. Mereka punya semangat yang perlu dimotivasi untuk melanjutkan program kerja yang semakin baik,” ungkap Gubernur Viktor yang didampingi Staf Khusus Bidang Kebatinan Pius Rengka dan Kepala Biro Umum Sekda NTT, George Hadjo kepada VN, usai melakukan kunjungan ke kantor DKP, Senin (5/7) pagi.

Menurutnya, Pemerintah Pusat melalui KKP akan memberikan bantuan Rp100 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk program budidaya ikan kakap dan kerapu di Perairan Pulau Semau dengan sistem keramba jaring apung (KJA).

Untuk menyukseskan program tersebut, DKP NTT perlu mendesain tim kerja yang baik supaya bisa melaksanakan program bantuan hibah dari Pemerintah Pusat sehingga tidak gagal, tetapi berhasil.

“Budidaya kakap dan kerapu kemarin itu bagian dari pembelajaran, dan kita menuju ke kerja-kerja yang lebih besar, sehingga kita harus punya tim kerja yang kuat dan solid untuk mampu mengimplementasikan desain dan program kerja dengan baik,” tegasnya.

Gubernur telah mengarahkan DKP NTT untuk mendesain program kerja yang baik, tim kerja baik, dan rencana aksi yang baik supaya semua tersistematis, dan dapat dikerjakan dengan baik.

Mentri Trenggono bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memantau keramba di Pulau Semau. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Mentri Trenggono bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memantau keramba di Pulau Semau. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Bantuan itu, menurutnya, akan dihibahkan untuk Pemerintah Provinsi NTT sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak untuk menyukseskan program tersebut.

“PAD kita masih desain. Kalau dia utuh 100 persen maka dari Rp100 miliar itu akan dibangun 400 KJA. Satu KJA itu ada 25 ribu ikan Kakap dan Kerapu sehingga total semuanya bisa mencapai 10 juta ekor ikan. Itu idealnya, tetapi dalam perjalanannya pasti ada yang mati karena gelombang, arus, dan sebagainya yang kita prediksi hilang sampai 25 persen. Kita harapkan sisanya 75 persen itu menjadi kekuatan budidaya perikanan di NTT,” pungkasnya.

Ia menambahkan, tim dari DKP NTT sedang menyusun desain pengembangan budidaya ikan kerapu dan kakap di Pulau Semau itu sehingga ditargetkan mulai budidaya pada tahun 2022.

Kepala DKP NTT, Ganef Wurgiyanto mengakui Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sangat menguasai ilmu budidaya ikan kakap dan kerapu sehingga DKP harus bekerja secara baik dalam menyukseskan program budidaya ikan di NTT.

Menurut Ganef, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menyiapkan dua kaos dengan tulisan “saya orang hebat” dan satu kaos bertuliskan “saya orang bodoh” sehingga ini memotivasi DKP untuk bekerja lebih keras lagi.

Ganef mengaku bersama tim sudah turun ke Balai Benih Ikan di Tablolong untuk menyiapkan penangkaran benih.

Ia menambahkan, dari total Rp100 miliar itu direncanakan akan dikembangkan 400 KJA dengan total benih 10 juta ekor ikan.

“Lokasi budidaya di Semau. Tetapi kemungkinan tidak mencukupi sehingga tim dari Pusat akan melakukan survei di Perairan Mulut Seribu, Rote Ndao. (mg-10/ari)

Leave a Comment