Daya Beli Rendah, Penjual Bendera dan Umbul-umbul Mengeluh

Putra Bali Mula

 

Penjualan bendera dan atribut lainnya yang berkaitan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia lebih lesu dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan beberapa penjual umbul-umbul, bendera dan atribut bernuansa kebangsaan (Merah Putih) yang ditemui VN pada Kamis (22/7) di beberapa tempat yang ada di Kota Kupang.

Para penjual atau pedagang menilai permintaan masyarakat terhadap atribut-atribut tersebut seperti bendera dan umbul-umbul masih minim.

Tika, salah seorang penjual bendera di sekitar Jalan WJ. Lalamentik Oebobo, Kota Kupang, NTT, mengatakan, drinya menjual berbagai atribut terkait Hari Kemerdekaan Indonesia. Harga-harga atribut yang dijualnya tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk bendera dijual mulai harga Rp5 ribu hingga dengan Rp300 ribu tergantung dari ukuran.

Sementara untuk umbul-umbul juga dijual dengan harga yang berbeda sesuai panjangnya, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp300 ribu.

Dirinya adalah penjual tangan kedua karena produk-produk tersebut dijualnya setelah diambil dari pihak pertama atau pemasok. Ini berlangsung dari setahun yang lalu.

Namun dengan adanya pandemi Covid-19, kata dia, daya beli masyarakat terhadap atribut-atribut tersebut tidak semarak tahun sebelumnya ditambah lagi lomba-lomba maupun kegiatan yang biasanya dilakukan setiap menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus kini tidak lagi dilakukan.

“Itu sudah, kita kira setelah new normal sudah mendingan tapi masih sepi. Beda dengan tahun lalu, kali ini tidak begitu ramai,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut selama dua minggu terakhir pemasukannya kurang dari Rp200 ribuan. Menurutnya, dengan pemasukan seperti itu seharusnya mulai meningkat tetapi kondisi yang terjadi malah sebaliknya.

“Ini terlalu sepi,” kata dia.

Pantauan VN, penjualan bendera dan umbul-umbul maraknya dijual di pinggir jalan utama yang ada di Kota Kupang terutama jalur El Tari I maupun El Tari II, sekitar Rumah Jabatan Gubernur NTT. Dan di Jalan Timor Raya. (Yan/ol)

Leave a Comment