Dentuman Keras di Wilayah Selatan Kota Kupang Gemparkan Warga

Yapi Manuleus

 

Dentuman keras disertai kilat terjadi di wilayah bagian Selatan Kota Kupang, yakni di Kelurahan Belo, Sikumana, Fatukoa, Naioni dan sebagian Kabupaten Kupang pada Sabtu 2 Oktober 2021 pukul 19.00 Wita.

Kejadian tersebut menggemparkan warga di sekitar lokasi itu, karena baru pernah terjadi. Warga mengatakan, awalnya terlihat seperti sebuah bola api yang mengeluarkan cahaya besar terbang dari langit. Sekitar 10 detik kemudian terjadi dentuman yang keras dan sangat asing di telinga warga sekitar.

Bahkan, dentuman itu membuat rumah-rumah warga bergetar bagaikan gempa bumi.

“Saya tadi lihat dengan mata kepala sendiri, semacam bola api yang terbang ke arah Tablolong, baru itu bola besar seperti drum. Saya langsung kaget memang karena pas saya posisi di atas motor tadi,” Kata Obed Taebenu, salah satu Warga Kelurahan Fatukoa kepada VN, tadi malam.

Obed pun menilai kejadian itu aneh karena belum pernah dilihat sebelumnya.

Abraham, salah satu warga Kelurahan Fatukoa pun menyampaikan pengakuan senada. Dia mengatakan awalnya terlihat cahaya di langit dan berselang beberapa detik langsung bunyi dentuman terjadi.

“Saya pas duduk di rumah, jadi menyala di langit, saya pikirnya petir karena sudah mau hujan. Tapi kaget bunyi besar ni. Tembok rumah saya sampai bergetar memang. Ini tidak tau apa ni,” katanya.

“Awalnya juga saya pikir Alote (sihir) tapi ini semua orang pada lihat dan rasa na. Jadi bukan Alote (sihir). Mungkin ini tanda alam seperti meteor yang jatuh,” tambahnya.

Begitu pula hampir semua warga Fatukoa lainya mengaku hampir semuanya melihat dan merasakan kejadian aneh tersebut. Sehingga mereka mengira kejadian itu merupakan sebuah meteor yang jatuh ke bumi, namun entah dimana lokasinya.

Sementara terlihat beberapa warga di Kelurahan Naioni mengupload status di media sosial Facebook dan mempertanyakan kejadian tersebut. Anehnya, beberapa warga di tengah Kota Kupang mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Kita di sini tidak lihat dan tidak rasa ada bunyi juga,” kata Kristin Baz, salah satu Warga Kelurahan Kelapa Lima yang coba dikonfirmasi VN.

Kepala BMKG wilayah Provinsi NTT Margiono, yang langsung dikonfirmasi VN pada Sabtu malam itu terkait kejadian aneh tersebut mengaku, tidak mengetahui pasti dengan adanya kejadian itu.

“Kurang tau mas, lokasi sebetulnya dekat mana. Karena untuk sementara dari hasil penelusuran catatan peralatan seismik di lokasi Bati, Baumata tidak terdeteksi,” ujarnya. (Yan/ol)

Leave a Comment