Destinasi Baru Bukit Tuamese Masuk Sepuluh Besar Nominasi API 2021

Beginilah penampakan destinasi wisata baru Bukit Tuamese yang masuk sepuluh besar nominasi API 2021.

Gusty Amsikan

 

Bukit Tuamese yang terletak di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berhasil masuk dalam 10 besar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 untuk kategori destinasi wisata baru. Masuknya Bukit Tuamese dalam nominasi API 2021 diharapkan menjadi cambuk semangat bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten TTU untuk terus menggenjot pembangunan di desatinasi-destinasi wisata di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU, Robertus Nahas, ketika diwawancarai media ini, Senin (6/9) di Kefamenanu membenarkan Bukit Tuamese menjadi salah satu dari 10 besar nominasi API 2021 untuk kategori destinasi wisata baru. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras masyarakat bersama Pemerintah Desa Tuamese di bawah pendampingan dan fasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU bersama pihak Kecamatan Biboki Anleu.

Pihaknya mengapresiasi pemerintah desa dan masyarakat di Desa Tuamese yang benar-benar memanfaatkan dana desa untuk pengelolaan potensi pariwisata di desa tersebut. Hal itu menjadi titik awal yang nantinya akan menjadi sebuah sumber pendapatan asli desa berupa penerimaan dari bidang pariwisata. Desa Tuamese menjadi destinasi baru karena tempatnya cukup indah dan terdapat kolam-kolam di sekitar perbukitan yang menarik minat banyak orang untuk mengunjunginya.

“Bukit Tuamese cukup indah dan ada kolam-kolam di sekitar perbukitan yang menarik minat banyak orang untuk mengunjunginya. Ada juga hutan mangrove, namun pengelolaanya belum maksimal. Kalau dikelola secara baik maka akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut. Pantai di sepanjang Desa Tuamese itu cukup indah dan bersih, garis pantainya juga panjang. Potensi inilah yang harus dikembangkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,”jelas Robertus.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak serta merta menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi menjadi tanggung jawab tim terpadu dalam hal ini OPD-OPD terkait untuk mendukung pengembangan pariwisata, Pemerintah Daerah melalui OPD-OPD teknis wajib menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti jalan raya, air minum, kuliner, penginapan, dan lain-lain. Hal tersebut membutuhkan kolaborasi dari OPD-OPD yang bersinggungan dengan pengembangan pariwisata.

“Kita akan memberikan dukungan anggaran. Untuk jalan kita akan bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Perumahan merencanakan pembangunan agar mempermudah akses masuk ke Desa Tuamese. Penduduk harus disiapkan secara baik untuk bisa menerima kedatangan wisatawan,”imbuhnya.

Ia berharap, seluruh warga TTU dapat mendukung destinasi tersebut agar bisa meraih juara melalui voting di instagram, youtube, dan juga bisa melalui SMS (pesan singkat) dengan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Yanuarius Salem, ketika diwawancarai secara terpisah mengatakan sejak awal destinasi wisata Buktit Tuamese viral di jagad maya, pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan melakukan survey serta pengukuran untuk kepentingan pembangunan akses jalan masuk ke lokasi wisata Bukit Tuamese. Sayangnya, pihaknya mengalami kekurangan anggaran sehingga rencana pembanguan belum bisa dilaksanakan.

“Kalau alokasi anggaran mencukupi pasti akan segera kita realisasikan pembangunan jalan menuju Desa Tuamese. Sebelumnya kami sudah melakukan¬† survey dan pengukuran. Karena kekurangan anggaran maka belum dilanjutkan. Sewaktu lokasi ini mulai viral, kita langsung survey dan pengukuran,’pungkasnya.(Yan/ol)

Leave a Comment