Destinasi Wisata di Belu Ditutup Sementara Waktu

Stef Kosat

Pemkab Belu, NTT untuk sementara waktu menutup destinasi wisata di Belu seperti padang savana Fulan Fehan, pantai Pasir Putih Atapupu di Desa Dualaus, dan tempat wisata religi patung Bunda Maria di Teluk Gurita.

Polisi Pamong Praja bertugas mengontrol semua destinasi wisata bersama kepala desa setempat. Pemkab Belu juga sedang menerapkan PPKM di tingkat desa.

“Jadi surat edaran penegasan ini juga sekaligus pesan bagi pengunjung baik dari Kota Kupang, TTS, dan TTU supaya tidak perlu datang ke objek wisata di Belu dulu untuk sementara waktu. Apalagi Kota Kupang itu salah satu embrio penularan penyakit Covid-19. Karena itu, sementara waktu batasi kunjungan ke Belu supaya membantu mengatasi pandemi ini,”ujar Alo.

Personel Pol PP akan patroli berkoordinasi dengan pemuda karang taruna di desa-desa wisata. Mengingat saat ini liburan anak sekolah, pasti masyarakat akan berkunjung tempat wisata terlebih pantai.

Ia mengatakan akan melalika  patroli rutin dan meminta pengunjung untuk pulang karena saat ini perintah bupati jelas menutup objek wisata tersebut.

“Selain itu, tempat-tempat hiburan malam, cafe jalanan seperti di lapangan umum Atambua akan kami edukasi mereka supaya membatasi pengunjung. Karena tempat hiburan malam maupun cafe jalanan tidak bisa ditutup Pol PP, pengunjung yang harus dibatasi,” ujarnya.

Sementara Bupati Belu dr Agus Taolin mengatakan PLBN Motaain yang sering digunakan sebagai lokasi foto bagi masyarakat akan dibatasi, kecuali kunjungan pemerintahan maupun DPRD atas nama tugas negara.

“Untuk tempat wisata kami tegas tutup, karena ada masyarakat pengunjung yang datang buat pesta dan joget-jogetan di pantai pasir putih Atapupu berjam-jam dan sudah pasti tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Sekali lagi demi semua, terlebih kesehatan masyarakat Belu, dilarang buat pesta, berkerumun dan tempat wisata ditutup sementara waktu,” tegasnya. (bev/ol)

Leave a Comment