Dewan Kota Duga Ada Bisnis Terselubung

Anggota DPRD Kota Kupang Epy Seran (kanan) sampaikan masukan kepada Dinas DLHK kota Kupang saat rapat, Kamis 24/6. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Anggota DPRD Kota Kupang Epy Seran (kanan) sampaikan masukan kepada Dinas DLHK kota Kupang saat rapat, Kamis 24/6. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Yapi Manuleus

DPRD Kota Kupang menduga ada bisnis terselubung di lingkungan kerja DLHK Kota Kupang, dalam hal ini bisnis UKL – UPL.

Hal itu terungkap dalam rapat dengan Agenda Badan Anggaran (Banggar) di ruang Sasando DPRD Kota Kupang, Kamis kemarin.

Anggota DPRD Kota Kupang Epy Seran meminta Kepala DLHK Kota Kupang untuk menelusuri bisnis terselubung yang ada di bagian UKL-UPL.

Menurutnya, pihak DLHK Kota masih menggunakan peraturan lama sementara saat ini sudah ada PP Nomor 22 Tahun 2021.

Ia mengatakan secara nasional, Kota Kupang jadi bahan tertawaan karena staf DLHK masih menggunakan aturan lama. Bahkan kapal asal Turki yang beroperasi di Bolok pun merasakan adanya perbedaan administrasi di Kota Kupang.

“Nah Pak Kadis harus telusuri ini. Jangan sampai orang menilai kita kenapa dipersulit,” katanya.

Ia menegaskan harus ada reformasi birokrasi di Pemkot Kupang. Pemkot juga harus membuat aturan terkait informasi publik karena kota ini membutuhkan investor.

Menanggapi hal ini, Kepala DLHK Kota Kupang Orzon Nawa menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut

“Saya sudah punya komitmen, siapa pun dia saya tabrak,” kata Orzon disambut tepuk tangan peserta sidang.

Sementara terkait kapal Turki, ia nengaku pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan baik. Kapal itu juga menyumbang kontribusi untuk pengangkutan sampah di Kota Kupang dalam satu tahun sebesar Rp120 juta.

“Dia bayar kes duluan sebelum pelayanan. Itu karena komunikasi baik Pak. Kalau menyangkut regulasi dua minggu lalu itu saya sudah terapkan PP 22 tahun 2021. Karena saya mengharuskan semua teman-teman untuk menguasai regulasi secara baik. Karena ketika kita salah dalam menerapkan rekomendasi lingkungan ancaman cukup berat. Makanya setiap hari saya mewanti teman-teman untuk mengupdate regulasi setiap hari,” tambahnya.

Ia menambagkan pihaknya menjamin prosedur yang ada dengan cukup ketat dalam melayani masyarakat. (bev/ol)

Leave a Comment