Diduga Bunuh Diri, Ternyata IFR Dibunuh Suaminya Sendiri

HR (baju putih) saat diperiksa aparat Polsek Maulafa. Foto: Yapi/VN
HR (baju putih) saat diperiksa aparat Polsek Maulafa. Foto: Yapi/VN

Yapi Manuleus

Aparat Polsek Maulafa Kota Kupang berhasil mengungkap kasus pembunuhan di RT04/RW04 Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Selasa (22/6) malam.

Sebelumnya, IFR (23) tahun diduga bunuh diri pada Senin, 14 Juni lalu. Namun, setelah diselidiki, IFR ternyata dibunuh oleh suamimya sendiri Hendrik Gie (30).

Pantauan VN pukul 20.38 Wita di Mapolsek Maulafa, Kapolsek Maulafa AKP. Jeri Puling melakukan koordinasi dengan dua orang penyidik lejaksaan mengenai hasil oleh TKP maupun penyidikan. Setelah mendapat kejelasan, aparat langsung menuju ke TKP.

Polisi tiba di TKP pukul 21.17 Wita. Ketua RT04 Kelurahan Oepura Toni Amallo pun sudah berada di lokasi untuk mendampingi polisi ke TKP.
Namun, Hendrik tidak berada di TKP yang juga tempat tinggal Hendrik.

Polisi menunggu. Tepat pukul 21.54 Wita, tersangka bersama saudara perempuannya tiba di lokasi dengan menggunakan sebuah mobil.

Kapolsek Maulafa AKP. Jery Puling pun langsung menjelaskan kepada tersangka mengenai maksud dan tujuan mereka.

Sempat terjadi perdebatan, namun tersangka berhasil digiring ke Polsek Maulafa untuk diamankan.

Kapolsek Maulafa AKP. Jery Puling kepada VN mengatakan awalnya pada Senin (14/6), terdapat laporan adanya penemuan mayat gantung diri di wilayah RT04/RW04 Kelurahan Oepura. Pihaknya langsung turun untuk olah TKP.

“Kami simpulkan gantung diri. Itu yang kami uji lebih dulu apakah benar atau tidak karena kata gantung diri itu terucap pertama dari mulut suaminya (Hendrik). Jadi, kami uji dengan barang bukti yang ada maupun saksi. Dari sisitulah penyidik menyimpulkan bahwa bukan bunuh diri tapi lebih condong ke pembunuhan. Kami sudah kantongi dua alat bukti, sehingga malam ini kami lakukan tindakan tegas kepada tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Persoalan ke depan dia mengakui atau tidak itu bukan alasan,” jelasnya.

Ia menegaskan tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai UU KDRT Pasal 44 ayat 3, serta Pasal 338 dengan ancaman.

Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Maulafa 1×24 jam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara Ketua RT04 Kelurahan Oepura Toni Amallo mengatakan korban bersama suaminya tinggal di rumah warisan orangtua Hendrik.

“Ini rumah bai dan neneknya Hendrik. Jadi, selama ini mereka tinggal di sini. Mereka dua juga sudah nikah sah di Sabu, hanya Kartu Keluarga masih sementara mereka urus,” katanya.

Ia mengaku belum pernah melihat langsung tindakan KDRT dalam rumah tersangka.

“Memang cerita orang begitu, tapi saya juga tidak lihat langsung dan tidak tahu juga,” katanya. (bev/ol)

Leave a Comment