Digital Tourism Strategi Efektif Promosikan Pariwisata NTT

Doddy Wihardi dalam kuliah umum digital tourism yang diselenggarakan Jurusan Ilmu Komunikasi Undana Kupang, secara virtual, Senin (11/10) pagi.

Sinta Tapobali

Pandemi Covid-19 menjadi mimpi buruk bagi seluruh sektor industri, terutama pariwisata Indonesia. Untungnya, perkembangan teknologi menjadi angin segar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah pandemi.

Kunci utama para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi dan kolaborasi yang baik. Ketiga kemampuan itu sebenarnya sudah mulai diterapkan di Indonesia melalui digital tourism.

“Kita harus siap beradaptasi dengan perkembangan saat ini terutama di tengah pandemi saat ini. Kemenparekraf sendiri telah mendorong agar melakukan upaya promosi pariwisata kita melalui digital tourism. Untuk itu kita harus memiliki inovasi agar mempromosikan destinasi kita sehingga menarik bagi wisatawan terutama kita harus mampu membaca kebutuhan wisatawan saat inj,” jelas Kepala Konsentrasi Komunikasi Pariwisata Universitas Budi Luhur, Doddy Wihardi dalam kuliah umum digital tourism yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Undana Kupang, Senin (11/10) pagi yang digelar secara virtual.

Menurut Doddy, berbicara tentang pariwisata ada sejumlah komponen penting dalam yang harus diperhatikan dan dipenuhi yakni destinasinya, SDM-nya, pemasaran pariwisatanya dan transportasi.

“Terkait Destinasi, apa yang mau kita jual di destinasi kita agar menarik dan menjadi pilihan wisatawan agar datang ke destinasi kita. Kita harus mampu menampilkan destinasi yang unik agar menjadi pilihan wisatawan karena Indonesia memiliki banyak destinasi. NTT masuk dalam 10 Bali baru, ini harus mendorong kita agar terus berinovasi untuk mempromosikan destinasi-destinasi kita khususnya di NTT,” tambah Doddy.

Selain memiliki destinasi yang unik, juga harus memiliki Sumber Daya Manusia yang mendukung dan bekerja di sektor ini. SDM yang dimiliki harus mampu mempromosikan pariwisata lewat berbagai platform media saat ini.

“Kita punya destinasi alam yang bagus dan unik tapi bila tidak didukung dengan kemampuan manusia yang kompeten dalam mempromosikan wisata ya percuma saja. Ini penting untuk diperhatikan,” ujarnya.

Promosi pariwisata juga harus didukung dengan aksesibilitas yang memadai. Akan sia-sia jika kita hanya memperhatikan jualan pariwisata namun tidak memperhatikan aksesibilitas seperti transportasi dan akomodasi. Sebab, percuma jika hanya memiliki alam yang indah namun tidak didukung dengan aksesibilitas maka daya tarik wisatawan tentu tidak akan ada.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa Digital tourism merupakan salah satu strategi yang efektif dalam mempromosikan berbagai destinasi dan potensi pariwisata Indonesia melalui berbagai platform. Artinya, digital tourism tidak hanya sekadar mengenalkan, namun juga menyebar keindahan pariwisata secara luas untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Bisa dibilang tren digital tourism tentu akan menjadi lompatan besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sebab, digital tourism secara tidak langsung membuat masyarakat semakin melek dan ikut beradaptasi dalam perkembangan teknologi. Tentu bukan hal yang sulit, karena gaya hidup masyarakat cenderung cepat dan bersentuhan langsung dengan internet. (Yan/ol)

Leave a Comment