Digugat Yayasan, Rektor Unimor Beberkan ‘Dosa’ Mantan Rektor

Rektor Universitas Timor (Unimor), Stefanus Sio.

Gusty Amsikan

Rektor Unimor, Stefanus Sio, membeberkan sejumlah fakta pasca dirinya Digugat pihak Yayasan Cendana Wangi terkait masalah aset di kampus tersebut. Kepada media ini, Kamis (29/7) di Kefamenanu, menyikapi  gugatan Yayasan Pendidikan Cendana Wangi terhadap dirinya ke Pengadilan Negeri Kefamenanu (TTU) terkait  pengembalian uang Hibah Tunai dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPj) saat Unimor dipimpin Mantan Rektor, Prof. Sirilius Seran.

Stefanus mengatakan dalam Berita Acara Penyerahan Uang Hibah nomor 42/SB.20/P/YS/IV/2015 tanggal 27 April 2015, tidak termuat tentang pengembalian keuangan kepada Yayasan Pendidikan Cendana Wangi sebagai pihak pertama. Dalam berita acara tersebut memang tercantum pasal – pasal yang mengikat secara hukum antara Yayasan Pendidikan Cendana Wangi selaku pihak pertama dan Rektor Universitas Timor, selaku pihak kedua. Namun dalam berita acara tersebut pasal-pasal yang ada dalam berita acara tidak satupun menyingung atau memuat tentang pengembalian keuangan dari pihak kedua kepada pihak pertama.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 191/PMK.05/2011 terkait dana hibah. Dalam pasal 1 ayat 2 mengatakan hibah yang diberikan tidak perlu dibayar kembali atau dikembalikan kepada pemberi hibah. Sementara dalam pasal 5 hingga pasal 9 ditegaskan terkait sistem pelaporan yang hanya ditujukan pada kementerian atau lembaga (Satker Unimor).

Hal senada juga tertuang dalam Perpres RI nomor 119 tahun 2014, tentang Pendirian Universitas Timor tanggal 9 Oktober 2014. Pasal 4 butir a mengatakan semua kekayaan pegawai, hak dan kewajiban Yayasan Pendidikan Cendana Wangi dalam penyelengaraan Universitas Timor dialihkan menjadi kekayaan pegawai, hak dan kewajiban Universitas Timor.

Sementara dalam pasal 6 mengatakan ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Presiden tersebut diatur oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara,  keuangan, dan atau badan kepegawaian negara, baik secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian, masalah hibah merupakan tanggung jawab menteri keuangan.

Sementara terkait LPj dari Mantan Rektor Unimor, Prof. Sirilius Seran, Stefanus menegaskan sang profesor tidak pernah menyerahkan LPj kepada rektor terdahulu dan sekarang, serta ke Kementerian Ristekdikti. Sang mantan rektor juga tidak pernah menyerahkan buku rekening Rektor Unimor nomor  1498-01-000006-50-5 yang disebut terdapat uang yang dipermasalahkan sebesar 1,7 miliar rupiah,  kepada Rektor Unimor sebelumnya Almarhum Arnoldus Klau Berek, maupun kepadanya selaku Rektor Unimor saat ini.

“Almarhum Arnoldus Klau Berek dan saya sendiri tidak pernah menerima LPj dan juga buku rekening berisi uang sejumlah 1,7 miliar rupiah yang dipermasalahkan. Demikian pula ke Menristekdikti. Padahal,  dalam Statuta Unimor pasal 34 ayat 2 huruf ditegaskan Rektor wajib menyerahkan LPj ketika berakhir masa tugasnya kepada Menteri,”pungkasnya.

Digugat

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) TTU Resmi menggugat Rektor Universitas Timor (Unimor) Dr.Ir.Stefanus Sio, M.P dengan nomor Register Perkara 13/Pdt.G/2021/PN Kfm, lantaran sebagian aset Yayasan Sandinawa tidak mau dikembalikan olehnya. Stefanus diduga dengan sengaja tidak mau mengembalikan sebagian aset Yayasan Sandinawa tanpa alasan yang sah dan benar. Yayasan Sandinawa telah secara berulang dengan cara formal maupun non formal melakukan pendekatan, namun sang rektor tidak memberikan respons positif.

Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum Yayasan Sandinawa, Adrianus Magnus Kobesi, kepada media ini, Rabu (7/7) di Kefamenanu.

Perbuatan Rektor Unimor dinilai telah merugikan baik secara materil maupun imateril serta melanggar pasal 1365 KUHPerdata. Berdasarkan fakta tersebut Yayasan Sandinawa terpaksa menempuh jalur hukum karena Rektor Unimor tidak berkehendak baik untuk mengembalikan sisa dana milik Yayasan Sandinawa.

“Uang milik Yayasan Sandinawa ini tersimpan di rekening rektor yang pernah dibuka saat Unimor belum menjadi Perguruan Tinggi Negeri. Sejak Universitas Timor jadi Perguruan Tinggi Negeri,Yayasan Sandinawa tidak lagi mengurus keuangan Unimor,”jelas Adrianus. (Yan/ol)

Leave a Comment