Dikbud NTT Gandeng Victory News Gelar Pelatihan Kehumasan

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Victory News Stevie Johannis saat memberikan materi. Foto: Kekson/VN
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Victory News Stevie Johannis saat memberikan materi. Foto: Kekson/VN

Kekson Salukh

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng  Harian Umum Victory News menggelar pelatihan Kehumasan, Rabu, (14/7) pagi di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi dalam sambutan mengatakan pihaknya memiliki sumber daya manusia yang sangat mumpuni, namun belum dibekali secara baik.

“Melihat kondisi ini maka kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT mengajak Victory News supaya memberikan pemahaman dan pengetahuan melalui pembekalan tentang bagaimana memberikan pelayanan di bidang pendidikan khususnya di bidang informasi publik yang baik dan memuaskan masyarakat,” tandasnya.

Ia mengatakan peran kehumasan di era digital sangat penting.

Dikbud NTT, kata Linus, memiliki keinginan besar agar seluruh desain dan program di sekolah-sekolah bisa terpublikasi dengan baik sehingga tidak timbul persepsi yang salah di kalangan masyarakat tentang dunia pendidikan.

Menurutnya, Dikbud NTT memiliki SDM yang baik tetapi belum digerakkan secara optimal dengan tren digital yang sedang berkembang.

“Gerakan ini tidak terlepas dari tujuan reformasi pendidikan demi NTT Bangkit menuju Sejahtera. Kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT adalah kaki dan tangan dari gerakan restorasi ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan para kepala bidang dan kepala seksi  khususnya di bidang kehumasan.

Ia berharap setelha pelatihan, para staf mampu mempublikasikan seluruh desain dan program kegiatan yang dilakukan di masing-masing bidang dengan baik dan benar.

Ketua Panitia Albina Maria mengatakan kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pegawai Dikbud NTT di bidang publikasi media digital, dan media cetak.

“Kegiatan ini bagian dari reformasi birokrasi di sektor pendidikan. Peserta yang hadir ini berasal dari pejabat eselon tiga, eselon empat, dan staf sebanyak 44 orang,” katanya.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Victory News Stevie Johannis dalam pemaparan materinya tentang Peran Kehumasan di Era Digitalisasi mengatakan tugas humas pemerintah untuk menyebarluaskan informasi tentang gagasan dan program kegiatan pemerintah/pimpinan unit agar bisa diketahui publik.

Menurutnya, seiring pesatnya kemajuan IT dan keterbukaan informasi serta penerapan revolusi industri 4.0 global, maka pemerintah pusat mengambil langkah antisipatif dengan menerbitkan Inpres Nomor 9 tahun 2015 yang menugaskan Menkominfo untuk mengkoordinasikan Humas Pemerintah hingga tingkat daerah dimana tugas dan fungsi Humas pemerintah dimanifestasikan lewat program Government Public Relations (GPR).

“Lima fungsi GPR itu yakni menghimpun data dan informasi, sosialisasi, edukasi, dan desiminasi program-program kerja (create issue), klarifikasi (counter issue), membangun sinergi (sinergy), dan membangun citra positif (branding),” jelasnya.

Menurut Stevie, GPR atau Humas harus mampu menulis dan merilis informasi untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah/instansinya.

Untuk itu, kata Stevie, seorang GPR harus mampu menggunakan perangkat teknologi yang terdiri dari internet, komputer, dan gadget dalam penyebaran informasi secara cepat, tepat dan efektif.

Humas harus aktif mengikuti perkembangan media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan sebagainya sehingga mengetahui kebutuhan publik. Humas Harus mampu menjalin sinergi yang erat dengan unit-unit lain agar memperoleh data dan informasi yang akurat.

“Humas juga harus mampu bersinergi dan bermitra dengan pers (media cetak dan elektronik). Pers perlu diajak bekerjasama untuk menyebarluaskan informasi program. Mengapa pers, karena persepsi publik tentang pemerintahan sangat ditentukan oleh informasi dari media,” tandasnya.

Ia menambahkan, penyebaran informasi publik oleh humas bisa melalui siaran pers, iklan (advetorial), jumpa pers, pameran/seminar atau lokakarya.

“Disarankan juga agar Humas mengenal karakter dan gaya penulisan media cetak atau media online baik lokal maupun nasional yang akan dikirimi press release. Sedapat mungkin ini harus diketahui sehingga penulisan siaran pers itu disesuaikan dengan gaya bahasa media yang akan dikirim rilis,” pungkasnya. (bev/ol)

Leave a Comment